nasional

Di Desa Blukbuk Tangerang, Istri TNI Bekali Ibu-Ibu Keterampilan Membatik Dan Handy Craft

Kamis, 1 Agustus 2019 | 22:21 WIB

Setelah membuat motif, lanjut Itta, kemudian dipindahkan ke kain, kemudian baru digambar menggunakan canting. Motif yang sudah pindahkan ke kain diwarnai dengan menggunakan teknik kuas.

Ketua Persit yang juga istri Dandim 0510/Tigaraksa, Eva Parada tampak bergembira membatik bersama puluhan ibu-ibu tersebut. "Melalui membatik, kami berharap kita semakin mencintai kekayaan lokal bangsa Indonesia, karena batik produk budaya Indonesia yang telah mendunia," ujarnya.

Eva Parada meyakini, membatik dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat. Pasalnya, kata dia, membatik bukan aktivitas biasa, namun perlu didukung pengetahuan dan wawasan kebudayaan lokal. "Selain mengisi waktu luang dan meningkatkan kreatifitas masyarakat, membatik juga menjadi ajang untuk terus belajar dan belajar" tambahnya

Ia berharap, agar kegiatan membatik ini menjadi rutinitas keseharian masyarakat Desa Blukbuk, karena kegiatan dapat mengasah kreatifitas dan menunjang perekonomian masyarakat.

Demikian juga dengan keterampilan tangan, ia juga berharap dapat dikuasai oleh masyarakat desa tersebut. "Keterampilan tangan ini sangat perlu dikuasai, agar ibu-ibu bisa memanfaatkan berbagai barang bekas atau bahan yang mudah didapatkan untuk membuat kerajinan tangan," imbuh Eva Parada.

Selain itu, setelah menguasai beberapa keterampilan tangan, Eva Parada berharap, kelompok perempuan di Desa Blukbuk semakin guyub, karena seringnya bertemu untuk mengikuti aktivitas bersama. "Dari guyub itu kami harapkan muncul kelompok kreatifitas yang dapat meningkatkan minat berwirausaha dari hasil karya sendiri, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga," pungkasnya.

Mendapatkan pelatihan keterampilan membatik tersebut, Sumiyati, warga setempat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menyebut, pelatihan itu sangat penting bagi dirinya. "Saya baru pertama kali dapat pelatihan seperti ini, TNI memang luar biasa memahami kebutuhan kami," ungkapnya.

Ia berharap, usai mengikuti kegiatan itu, dapat mengembangkan kemampuan membatik, sehingga bersama kelompok perempuan di Desa Blukbuk itu, ia dapat membuat kelompok membatik. "Saya sih pengennya berkelanjutan, enggak cuma dapat pelatihan, tapi bisa dipraktekin. Nanti saya ajak ibu-ibu untuk bikin kelompok membatik," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini