Bidiktangsel.com, JAKARTA — Penurunan harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memperlebar jarak nilai pasar kepemilikan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan harga perolehan investasinya.
Dengan menggunakan asumsi harga saham GOTO di level Rp30 per saham, nilai pasar sekitar 23,72 miliar saham yang dimiliki Telkomsel berada di kisaran Rp711,6 miliar. Sementara berdasarkan harga perolehan sekitar Rp270 per saham, nilai investasi tersebut mencapai sekitar Rp6,4 triliun.
Artinya, terdapat selisih sekitar Rp5,69 triliun atau setara dengan penurunan nilai sekitar 88,89 persen apabila dibandingkan secara sederhana antara harga Rp270 dan Rp30.
Baca Juga: Bahaya Oli Palsu Mengintai, Kenali Ciri dan Cara Memilih Pelumas Asli untuk Kendaraan
Data per 31 Agustus 2026 menunjukkan Telkomsel memiliki sekitar 23,72 miliar saham GOTO, setara dengan sekitar 1,99 persen saham beredar. Harga konversi investasi tersebut berada di sekitar Rp270 per saham.
Pada perdagangan 5 Oktober 2026, saham GOTO bergerak di rentang Rp29-Rp30. Data historis menunjukkan saham tersebut ditutup di Rp29, setelah sebelumnya berada di Rp30 pada perdagangan 2 Oktober.
Dari Rp30 ke Rp270, GOTO Harus Naik 800 Persen
Perhitungan persentase penurunan dan persentase pemulihan tidak menggunakan basis yang sama.
Dari Rp270 turun menjadi Rp30, harga saham kehilangan Rp240 atau sekitar 88,89 persen.
Sebaliknya, apabila saham GOTO bergerak dari Rp30 kembali ke Rp270, kenaikan Rp240 tersebut setara dengan 800 persen dari harga Rp30.
Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Evolusi Taktik John Herdman Jadi Sorotan
Dengan kata lain, harga saham GOTO harus mencapai sembilan kali lipat dari level Rp30 untuk kembali menyamai harga perolehan sekitar Rp270 per saham.
Angka 800 persen tersebut merupakan perhitungan matematis berdasarkan harga acuan, bukan target harga saham, rekomendasi investasi, ataupun proyeksi bahwa GOTO pasti akan mencapai Rp270.
Sebagai ilustrasi, jika GOTO naik 100 persen dari Rp30 menjadi Rp60, harga tersebut masih sekitar 77,78 persen di bawah harga perolehan Rp270.