Baca Juga: Coach Justin Soroti Taktik Herdman: Indonesia Mulai Berbuah, Thailand Jadi Ujian Berat di Final
"Masyarakat juga jangan lengah. Perhatikan kemasan, label, harga yang tidak masuk akal. Jangan ragu beli di kanal resmi produsen, dan kalau curiga, segera laporkan," ujar Yomie dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (5/10/2026).
Menurutnya, konsumen perlu melakukan pemeriksaan lebih dari satu indikator sebelum membeli produk pelumas.
Harga yang jauh berbeda dari harga pasar resmi memang dapat menjadi tanda yang patut dicermati. Namun, konsumen sebaiknya tetap melakukan verifikasi melalui kemasan, kode produksi, kanal distribusi, serta fitur autentikasi yang disediakan masing-masing produsen.
Cara Mengenali Oli Asli
Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan konsumen untuk mengurangi risiko membeli pelumas palsu.
Pertama, periksa kondisi kemasan. Pastikan botol terlihat baru, rapi, bersih, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penggunaan sebelumnya. Perhatikan pula kualitas cetakan label dan informasi produk.
Kedua, periksa tutup dan segel. Tutup botol seharusnya terpasang dengan baik dan tidak menunjukkan tanda pernah dibuka. Bekas lem, kerusakan pada segel, atau kondisi tutup yang tidak wajar patut menjadi perhatian.
Ketiga, cek kode produksi atau batch number. Sejumlah produsen mencantumkan kode produksi pada bagian tertentu kemasan. Konsumen dapat membandingkan format dan posisi kode tersebut dengan informasi yang tersedia pada kanal resmi produsen.
Keempat, jangan menjadikan warna dan aroma sebagai satu-satunya patokan. Kondisi fisik oli dapat berbeda berdasarkan jenis, formulasi, dan spesifikasi produk. Karena itu, pemeriksaan warna atau bau saja tidak cukup untuk memastikan keaslian pelumas.
Baca Juga: HUT ke-81 TNI Digelar Hari Ini, 5 Oktober 2026: Ini Rangkaian Upacara dan Agenda Utamanya
Kelima, waspadai harga yang tidak wajar. Penawaran yang jauh lebih murah daripada harga distributor atau kanal resmi perlu diperiksa lebih lanjut, terutama jika penjual tidak dapat memberikan informasi asal produk secara jelas.
Keenam, manfaatkan fitur autentikasi. Jika produsen menyediakan QR code, barcode, hologram, kode unik, atau sistem verifikasi digital, konsumen dapat menggunakannya untuk memeriksa produk melalui kanal resmi.