nasional

Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU: “Tanpa Dukungan NU dan Muhammadiyah, Saya Tak Dapat Mandat Rakyat”

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:59 WIB
Prabowo saat menghadiri sekaligus membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis (27/8/2026).

JOMBANG — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan besarnya peran Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dalam perjalanan politik, demokrasi, serta kehidupan kebangsaan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sekaligus membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Kamis (27/8/2026).

Di hadapan para peserta muktamar, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap dukungan masyarakat, termasuk NU dan Muhammadiyah, yang dinilainya memiliki peran dalam proses pemberian mandat kepemimpinan kepadanya.

Baca Juga: Prabowo Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang: “Saya Tidak Mengatur Ini Semua”

“Tanpa adanya dukungan NU dan Muhammadiyah, saya tidak akan dapat mandat dari rakyat,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, keberadaan NU dan Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari perjalanan bangsa Indonesia. Kedua organisasi Islam tersebut, kata dia, memberikan kontribusi luas di berbagai bidang.

“Kedua organisasi tersebut memiliki kontribusi besar, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, sosial, kemasyarakatan, serta menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Prabowo Bicara Amanah Mandat Rakyat

Prabowo juga menekankan bahwa mandat yang diberikan rakyat merupakan amanah yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

Baca Juga: DPR Kunci Tenggat RUU Perampasan Aset: 15 Desember 2026 Jadi Batas Pengesahan

Ia mengatakan terus memikirkan langkah untuk memperkuat serta memberdayakan pesantren yang berada di lingkungan NU maupun Muhammadiyah.

“Saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, dan memberdayakan pesantren-pesantren NU dan Muhammadiyah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyampaikan permintaan maaf karena masih terdapat pesantren NU yang belum menerima fasilitas layar interaktif dari pemerintah.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut terjadi akibat persoalan administrasi. Ia memastikan sekolah-sekolah NU yang belum menerima fasilitas tersebut tetap akan mendapatkannya.

Halaman:

Tags

Terkini

Pahami Yuuk Menjadi Kuasa Wajib Pajak

Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:07 WIB