Menteri Ekraf Dorong Jenama Indonesia Mendunia
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekspansi Restoran Sederhana merupakan contoh nyata bagaimana kekayaan intelektual lokal mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi global.
Menurutnya, keberhasilan membawa kuliner Indonesia ke pasar internasional dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai produk ekonomi kreatif lain untuk menembus rantai pasok dan pasar ekspor dunia.
"Kami ingin melihat semakin banyak jenama Indonesia mendunia. Restoran Sederhana menunjukkan bahwa pegiat ekonomi kreatif Indonesia mampu memperluas pasar global dan menjadi contoh bagaimana kekayaan intelektual lokal dapat tumbuh menjadi juara di tingkat internasional," kata Teuku Riefky.
Ia menambahkan, sektor kuliner memiliki peran strategis dalam memperkenalkan identitas bangsa sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kreatif nasional melalui penciptaan pasar baru di luar negeri.
Dukung Kota Padang Menuju Gastronomi Dunia
ICCN juga menilai keberhasilan ekspansi kuliner Minangkabau dapat memberikan dampak positif terhadap upaya Padang untuk memperkuat posisinya sebagai kota gastronomi dunia melalui jaringan UNESCO Creative Cities Network.
Fiki Satari menyebut, semakin banyak kuliner khas Sumatera Barat yang dikenal di tingkat internasional, semakin besar pula peluang memperkuat ekosistem gastronomi daerah sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.
Hal senada disampaikan Koordinator Daerah ICCN Provinsi Sumatera Barat, Y. Vujji El Ikhsan. Ia mengapresiasi dukungan Kementerian Ekraf dan GMV dalam membawa kuliner Minangkabau ke pasar internasional.
"Kami berharap melalui program seperti ini budaya, seni, dan produk ekonomi kreatif lainnya dari Sumatera Barat dapat ikut terangkat ke panggung internasional," ujarnya.
Sementara itu, President Director GMV, Nova Dana Eka Putri, menyampaikan bahwa dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Menurut Nova, ekspansi Restoran Sederhana tidak hanya bertujuan memperkenalkan cita rasa autentik Minangkabau kepada dunia, tetapi juga memperkuat diplomasi kuliner Indonesia dan meningkatkan daya saing ekonomi kreatif nasional.
"Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat diplomasi kuliner, nation branding, serta daya saing ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global," kata Nova.