Bidiktangsel.com — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Tangerang Selatan menyiapkan transformasi besar pada agenda Car Free Day (CFD) 3 Mei 2026 di Jalan Pahlawan Seribu sekaligus mengintegrasikan peluncuran maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebagai bagian dari strategi penguatan pariwisata berbasis komunitas.
Dalam wawancara khusus di ruang kerjanya, Gedung 2 lantai 5 Puspemkot Tangsel, Kepala Dinas Pariwisata Tangsel, Mohammad Ervin Ardani, menegaskan bahwa CFD ke depan tidak lagi sekadar aktivitas rutin mingguan, melainkan dikemas lebih terstruktur dan tematik.
“Ke depan, kami ingin Car Free Day ini lebih terkonsep. Setiap bulan akan ada tema spesifik, melibatkan komunitas olahraga, seni, hingga budaya lintas daerah,” ujar Ervin kepada awak media, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Wawancara Eksklusif: Dispar Tangsel Genjot Tangsel Festival, Klarifikasi Kewenangan Pariwisata
Integrasi Pariwisata dan Olahraga
Ervin menjelaskan, pengalamannya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga hingga pertengahan April 2026 menjadi bekal penting dalam menyinergikan event olahraga dengan sektor pariwisata.
Menurutnya, berbagai kegiatan olahraga komunitas yang selama ini berjalan—mulai dari liga pelajar hingga turnamen komunitas—memiliki potensi besar menjadi daya tarik wisata lokal jika dikemas secara tepat.
“Event olahraga itu bukan hanya kompetisi, tapi juga atraksi. Kalau dikemas baik, bisa jadi magnet wisata. Itu yang sedang kami dorong,” katanya.
Baca Juga: Tangsel Raih Predikat Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri, Masuk Tiga Besar Nasional
Maskot Porprov Jadi Ikon Baru
Selain pembenahan CFD, Dispar juga tengah mempersiapkan peluncuran maskot Porprov sebagai simbol identitas dan promosi daerah. Maskot tersebut diharapkan mampu memperkuat branding Tangsel sebagai kota yang aktif, kreatif, dan inklusif.
Peluncuran ini akan diselaraskan dengan momentum kegiatan publik seperti CFD agar menjangkau audiens lebih luas.
Libatkan Komunitas Multikultural
Dalam pengembangan konsep event, Dispar juga membuka ruang besar bagi keterlibatan komunitas, termasuk komunitas daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) yang aktif menggelar kegiatan olahraga dan seni budaya di Tangsel.