nasional

Hormuz Memanas, Alarm Kedaulatan Energi RI, Krisis Hormuz Mengguncang Kedaulatan Energi Maritim Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:34 WIB
Ketua Umum Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin), Dr. Datep Purwa Saputra, menilai momentum krisis ini harus menjadi titik evaluasi strategis kebijakan energi nasional.

Baca Juga: Open Bidding atau Setting Jabatan? 5 Kursi Strategis Tangsel Disorot, Bayang-bayang Konsolidasi Kekuasaan Menguat

Rekomendasi Menuju Kemandirian Energi

Ketua Umum Praktisi Maritim Indonesia (Pramarin), Dr. Datep Purwa Saputra, menilai momentum krisis ini harus menjadi titik evaluasi strategis kebijakan energi nasional.

Menurutnya, penguatan kapasitas kilang domestik merupakan langkah mendesak agar Indonesia mampu mengolah minyak mentah sendiri tanpa bergantung pada negara lain.

“Kedaulatan energi tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut ketahanan negara dalam menghadapi gejolak geopolitik global,” ujar Purwa dalam wawancara pada Jumat (27/3/2026).

Pramarin juga menyoroti pentingnya pembangunan Strategic Petroleum Reserve (SPR) sebagai cadangan energi nasional yang mampu menjamin keberlangsungan pasokan saat terjadi krisis global. 

Baca Juga: Viral Anak Kecil Foto di Lokomotif hingga Masinis yang Pinjamkan Topinya: Sederhana tapi akan jadi Kenangan Seumur Hidup

Saat ini, cadangan energi nasional dinilai masih terbatas dan berisiko apabila terjadi gangguan distribusi dalam jangka panjang.

Kilang Domestik dan Armada Nasional

Percepatan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dinilai menjadi solusi strategis guna meningkatkan kapasitas pengolahan energi nasional. 

Penguatan industri hilir migas memungkinkan Indonesia memiliki kontrol lebih besar terhadap stabilitas pasokan serta harga energi domestik.

Selain pembangunan kilang, optimalisasi penggunaan kapal berbendera nasional untuk distribusi energi juga menjadi prioritas guna memastikan kelancaran logistik di tengah ketidakpastian global. Upaya ini sejalan dengan strategi memperkuat ekosistem maritim nasional sebagai bagian dari visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Baca Juga: SPPG Milik Pria yang Viral Gegara Pamer 'Rp6 Juta per Hari' Dibekukan usai Sempat Joget-joget di Dapur MBG Tanpa APD

Pemerintah juga didorong mempercepat transisi menuju energi alternatif seperti Bio-LNG dan Green Ammonia sebagai bagian dari diversifikasi energi. 

Langkah ini dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil global yang rentan terhadap fluktuasi geopolitik dan harga internasional.

Halaman:

Tags

Terkini