“Kami ingin lulusan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesalehan sosial,” tambahnya.
Sebagai penutup, kegiatan penghijauan dilakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 melalui penanaman berbagai tanaman seperti asoka, brokoli, tapak dara, bambu Jepang, hingga bibit cabai dan tomat.
“Setiap bibit adalah investasi masa depan. Ini bagian dari upaya mewujudkan Green Campus yang berkelanjutan,” jelas Kartanto.
Seluruh kegiatan dilaksanakan dalam kelompok kecil dengan pendampingan guru serta didokumentasikan dalam bentuk video untuk kampanye edukasi lingkungan di media sosial.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ajid S.Ds., M.Pd., menilai program ini efektif dalam membentuk karakter siswa.
Menurutnya, kegiatan seperti Rantang Kanyaah, penanaman pohon, hemat energi, dan aksi bersih lingkungan mampu memperkuat nilai gotong royong, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.
“Kegiatan ini akan lebih optimal jika diintegrasikan dengan pembelajaran dan refleksi siswa sehingga berdampak berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri (Hubin) Bapak Januar Ashari, S.Pd., M.Pd. menekankan nilai kearifan lokal dalam setiap aksi. Ia menyebut kegiatan Rantang Kanyaah sebagai wujud “silih asih”, sementara penanaman pohon menjadi simbol tanggung jawab menjaga alam.
“Apa yang dilakukan siswa hari ini adalah bekal untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan,” katanya.
Program Aksi Ekologi ini juga mengimplementasikan nilai Gapura Panca Waluya, yakni minger, singer, cageur, bener, dan pinter, yang tercermin dalam perilaku siswa selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Sambut Idulfitri 2026, Pilar Bersama Kemenhub Lepas Peserta Mudik Gratis dari Terminal Pondok Cabe
Melalui Aksi Ekologi SMKN 1 Ciomas, sekolah tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi berkarakter, peduli lingkungan, dan memiliki empati sosial tinggi.
Program ini menjadi contoh konkret pendidikan berbasis nilai dan keberlanjutan di Kabupaten Bogor. (***)