nasional

Warga Aceh Masih Berjibaku dengan Lumpur Bekas Banjir, Ingat Lagi Target Mendagri Kebut Pembersihan Sebelum Ramadan

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:16 WIB
Upaya warga Aceh bersihkan lumpur yang masih banyak menutupi area pemukiman.(Instagram/bayugawtama)

Baca Juga: BYD Hadirkan Pengalaman Menantang di Sirkuit All-Terrain Khusus NEV di Zhengzhou

“Banyak rumah warga yang masih dipenuhi lumpur, sehingga mereka belum bisa masuk ke rumah,” tulisnya lagi.

Sementara video lain yang diunggah oleh akun Instagram @syahrur_sr647, menunjukkan kemajuan pembersihan lumpu pada salah satu ruam warga.

“Kondisi rumah yang tertanam lumpur kemarin tanggal 6 Januari 2026, sekarang sudah bersih digali oleh berat. Sepuluh hari yang lalu bahkan rumahnya tidak nampak seperti sekarang,” dikutip dari keterangan caption unggahan pada Minggu, 18 Januari 2026.

Baca Juga: Ungkapan Pedagang Es Kelapa Muda yang Viral Bawa Rombongan Kerabat ke Kantor Kemenhaj: Daftarkan Anak Cucu demi Dapat Porsi Haji

“Alhamdulillah sekarang sudah nampak rumah seperti semula, semoga puasa ini warga bisa beribadah dengan tenang dan lancar Ya Allah,” lanjutnya.

Pembersihan rumah tersebut dilakukan menggunakan alat berat untuk mengeruk lumpur yang cukup tinggi.

“Sudah dibersihkan oleh alat berat. Tinggi lumpurnya melewati tiang, Alhamdulillah. Samping masih tinggi,” sambungnya.

Target Mendagri: Lumpur Bersih Sebelum Ramadan

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sempat mengingatkan Pemkab Aceh Tamiang untuk bisa membersihkan lumpur sebelum masuk Ramadan 1447 Hijriah.

Baca Juga: WNI Ceritakan Seserius Itu Hidup di Belanda, Warganya Dibagikan Panduan Bertahan Hidup Gegara Mati Lampu

Hal tersebut disampaikan ketika penyerahan 456 unit gerobak sorong dan bantuan mi instan pada 11 Januari 2026 lalu.

Selain pada Pemkab Aceh Tamiang, Tito juga pernah menyinggung percepatan pembersihan sungai dengan diimbangi penambahan personel dari TNI dan Polri.

“Kekuatan yang ada menurut pendapat saya perlu ditambah tambahan BKO, TNI, dan Polri,” ucapnya dalam rapat yang digelar pada 10 Januari 2026 lalu di Banda Aceh, Aceh.

Ia membeberkan sempat meminta tambahan 5.000 personel dari Polri dan 10.000 personel dari TNI untuk membantu pembersihan lumpur.

Halaman:

Tags

Terkini