Baca Juga: Siap Siaga Nataru, Pemkot Tangsel Terjunkan Ratusan Nakes dan Siagakan Puskesmas
“Buat yang belum tahu, kegiatan menyambut warga yang sedang merayakan hari raya merupakan kegiatan rutin di sana,” tulis akun @dims_aps.
“Tidak hanya momen Natal saja, namun ketika momen hari raya Waisak dan Idul Fitri, warga masyarakat yang berbeda keyakinan tetap menyambut dengan suka cita. Jadi, bagi kami tidak ada istilah ‘toleransi kebablasan,’” lanjutnya.
Tradisi tersebut, menurutnya adalah bentuk dari Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan bangsa Indonesia.
Tuai Respons Positif dari Warganet
Unggahan tersebut kini sudah mendapatkan 1,4 juta kali penayangan dengan jumlah likes lebih dari 149 ribu.
Baca Juga: Benyamin Davnie Tegaskan TPA Cipeucang Tak Dipakai Lagi, Tangsel Arahkan Sampah Jadi Energi
Warganet pun membanjiri kolom komentar dengan lebih dari 7 ribu pesan, di antaranya, “Semua berdandan rapi, mereka tahu bagaimana menghargai tuan rumah ataupun tamunya,” tulis akun @s.p****
“Toleransi itu tidak menghina atau mengikuti, toleransi adalah sikap menghargai dan menerima perbedaan,” tulis akun @rzk****
“Masya Allah, damai seneng kalau lihatnya seperti ini,” tullis akun @dod****
(***)