nasional

Desa Masih Terisolir dan Stok Makanan Habis, Warga Sitahuis Ini 10 Jam Jalan Kaki ke Sibolga untuk Cari Logistik

Jumat, 19 Desember 2025 | 08:25 WIB
Cerita warga Bonan Dolok, Tapanuli Tengah yang harus berjalan kaki demi mendapatkan bantuan. (TikTok/zaits_bf)

Bidiktangsel.com - Sejumlah daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah masih kesulitan akses karena putusnya jalan akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November lalu.

Salah satu desa yang masih terisolasi adalah Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis.

Beredar video di media sosial, warga Bonan Dolok harus berjalan kaki hingga 10 jam untuk mengambil bantuan logistik.

Baca Juga: Skandal Kepala BGN Asyik Main Golf di Tengah Bencana Sumatera, Alasannya Galang Dana untuk Para Korban

Jalan Kaki dari Sitahuis ke Sibolga Demi Sembako

Perjuangan warga untuk mendapatkan bantuan logistik harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 jam sambil melewati jalanan yang licin hingga kondisi cuaca yang masih belum menentu.

“Meskipun hujan, kami tetap semangat menjemput bahan pokok di dapur, kami berjalan. Sekali berjalan, kami perlu 5 jam,” ucap warga dalam video yang diunggah akun TikTok @zaits_bf pada Kamis, 18 Desember 2025.

“Jadi, dari Sitahuis ke Sibolga kami pulang pergi butuh 10 jam” lanjutnya.

Baca Juga: Cerita Ibu di Aceh Tamiang Bertahan 3 Hari Tanpa Air Sebelum Bantuan Tiba: Sedihnya Luar Biasa

Harapan Terbukanya Akses Jalan

Dalam video itu juga terucap harapan agar pemerintah memberikan perhatian pada kondisi akses jalan yang masih terputus.

“Buat bapak dan ibu, tolong lihat kami. Kami di sini di Sitahuis sedang berduka terjadinya longsor, bahan makanan di sini tidak ada,” imbuhnya.

“Mohon bapak ibu bisa melihat kami, jalan kami tertutup,” tambahnya.

Menurut keterangan dalam video juga menyebutkan bahwa warga yang akan mengambil bantuan harus melewati hutan.

Halaman:

Tags

Terkini