Visi Misi Sihono MT: PWI sebagai Pohon Kuat dengan Akar Kebangsaan
Sementara itu, Sihono MT menyampaikan gagasannya dengan menggunakan analogi sebuah pohon besar yang berakar kuat.
Menurutnya, organisasi PWI akan mampu tumbuh kokoh bila berpijak pada dasar-dasar aturan dan nilai kebangsaan.
“Saya membayangkan PWI itu seperti sebuah pohon besar. Agar tidak roboh, akarnya harus kuat. Akar itu adalah peraturan dasar, peraturan rumah tangga, kode etik jurnalistik, dan perilaku wartawan. Dari akar yang kuat inilah tumbuh batang organisasi yang kokoh hingga ke tingkat pusat,” ujar Sihono.
Baca Juga: Tragedi Ojol Affan Kurniawan: DPR RI Dituding Jadi Biang Kerok Benturan Rakyat dan Aparat
Sihono juga menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta semangat persatuan nasional sebagai fondasi PWI.
Dengan pijakan itu, ia berharap PWI tidak hanya berperan dalam dunia pers, tetapi juga memberi kontribusi bagi penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kongres PWI 2025: Momentum Persatuan dan Evaluasi
Kongres PWI 2025 di Cikarang Utara menjadi momentum strategis bagi para insan pers.
Selain memilih kepemimpinan baru, forum ini juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat posisi wartawan dalam menghadapi tantangan industri media yang semakin kompleks.
Baca Juga: BMM Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian Selama 24 Tahun Berturut-Turut
Kehadiran kandidat dengan visi berbeda—Atal dengan pendekatan penegakan etik, dan Sihono dengan narasi kebangsaan—mencerminkan beragamnya aspirasi yang hidup di tubuh organisasi.
Namun keduanya memiliki kesamaan komitmen: menjadikan PWI sebagai organisasi pers yang dihormati, solid, dan berpengaruh dalam menjaga marwah profesi wartawan di Indonesia.
(***)