Selama Hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, Politik dibiayai oleh oligarki, dan penegakan hukum bisa dinegosiasi, maka Dewa Korupsi Indonesia akan terus hidup—bukan di mitos, tapi di gedung-gedung pemerintahan, ruang sidang parlemen, dan kantor elite partai.
Sudah saatnya kita berhenti menyembah mereka dengan diam. Demokrasi sejati tidak bisa hidup di atas bangkai integritas. Dan negeri ini tak akan pernah maju jika terus membiarkan “dewa-dewa” itu berpesta di atas penderitaan rakyat.
> Indonesia bukan kekurangan hukum, tapi kekurangan nyali untuk menegakkan keadilan.<
(***)