nasional

Apkasi Gelar Talk Show Hari Otonomi Daerah ke-29: Evaluasi 25 Tahun Desentralisasi dan Tantangannya

Sabtu, 26 April 2025 | 12:12 WIB

Jakarta, bidiktangsel.com — Dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah ke-29, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyelenggarakan talk show bertajuk “Refleksi 25 Tahun Penyelenggaraan Otonomi Daerah Pasca Reformasi” pada Jumat, 25 April 2025 di Kantor Pusat Apkasi.

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi capaian dan tantangan otonomi daerah selama lebih dari dua dekade pelaksanaan pasca reformasi, sekaligus merumuskan arah penguatan di masa depan.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Tata Pasar Ciputat Bertahap, Pilar Saga Ingin Sulap Jadi Malioboro Mini

Talk show ini menghadirkan sejumlah narasumber utama, yaitu Prof. Ryaas Rasyid selaku Penasehat Khusus Apkasi dan Guru Besar Ilmu Pemerintahan; Mochamad Nur Arifin selaku Penjabat Sementara Ketua Umum Apkasi dan Bupati Trenggalek; Arman Suparman selaku Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD); serta Sarman Simanjorang selaku Direktur Eksekutif Apkasi.

Dalam paparanya Ryaas Rasyid, yang dijuluki bapak penggagas Otoda pasca-Reformasi, mengakui otonomi daerah saat ini hampir gagal. Seperti rumah yang hancur dihantam ombak sebelum selesai dibangun, begitulah nasib otonomi daerah di Indonesia. Ada banyak faktor yang mencengkeram pelaksanaan otonomi daerah sehingga terkesan jalan di tempat, seperti contoh pembentukan DOB yang sekadar mengikuti kepentingan elite, faktor regulasi yang berubah-ubah, dan kecenderungan elite Jakarta untuk membalikkan desentralisasi kembali ke sentralisasi.

Baca Juga: LBH Keadilan Desak Wali Kota Tangsel Batalkan Pengangkatan Lili Pintauli sebagai Staf Khusus

Otonomi yang kita harapkan hampir gagal dan jauh dari harapan.banyak wewenang daerah dalam berbagai bidang seperti,Pertanahan, Kelautan, Kehutanan, Perkebunan, Pertambangan dan lainnya yang ditarik lagi ke Pusat.

Banyak kepentingan daerah yang dulu bisa diselesaikan daerah tapi sekarang yang menetukan justru di Pusat,padahal salah satu tujuan dibentuknya Otonomi Daerah itu salah satunya bagaimana untuk lebih memberikan kewenangan kepada daerah,tapi sekarang malahan terbalik.

"Saya minta kepada Direktur Eksekutif Apkasi agar mecatat hasil diskusi hari ini sebagai bahan Rekomendasi pada Munas APKASI bulan Mei mendatang untuk disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto." Ujar Prof Ryaas Rasid.

Baca Juga: Peringati Hari Otonomi Daerah, Tangsel Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Sementara itu,Pejabat Ketum APKASI yang juga Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memberikan masukan,saat ini pemerintahan tidak efisien dan efektif. Misalnya,Gubernur itu adalah Wakil Pemerintah Pusat untuk mengawasi daerah kabupaten kota tapi masih ada beberapa kementerian yang masih menaruh perwakilannya di daerah Provinsi,sebagai contoh Balai besar, dan beberapa kementrian lainnya,sehingga menjadi urusan panjang dan tidak efisien baik waktu dan biaya.

Dewan Pembina Apkasi, Drs.Sokhiatulo Laoli, MM yang turut hadir dalam acara tersebut saat ditanya oleh Media menyampaikan, bahwa Nafas Otonomi Daerah harus dikembalikan seperti cita2 awal Reformasi,seperti pada saat zaman pemerintahan Presiden SBY.

Baca Juga: Peringati Hari Otonomi Daerah, Tangsel Tekankan Sinergi Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045

Saat ini ada beberapa sektor yang sudah ditarik ke Pusat sebaiknya dikembalikan lagi ke Daerah urusannya,sebagai contoh saja di sektor kelautan tidak ada lagi wewenang daerah Kabupaten/Kota. Begitu jug di bidang tambang seperti galian gol C pasir, batu dan tanah, urusan saja harus izin dari Provinsi. Padahal salah satu Tujuan Otonomi Daerah untuk.memberikan wewenang seluas2nya melalui pembentukan DOB (Daerah Otonom Baru), karena wilayah Indonesia begitu luas dan kebanyakan Daerah Kepulauan.

Halaman:

Tags

Terkini