Baca Juga: Forum Lintas Perangkat Daerah Tangerang Selatan: Sinergi untuk Peningkatan Pelayanan Publik
Lembaga itu akan mengelola aset lebih dari US$ 900 miliar atau sekitar Rp14,615 triliun.
Karenanya pemerintah harus memastikan pengelolaan aset negara berjalan transparan dan akuntabel.
"Harapan saya, Danantara ini harus memberikan dampak positif kepada rakyat Indonesia dan dapat membuka lapangan kerja yang besar ke depan," tutur Firnando.
Baca Juga: Gubernur Banten Andra Soni Antusias Ikuti Orientasi Kepemimpinan di Akademi Militer Magelang
Selain itu, masyarakat luas juga perlu memahami lembaga Danantara lantaran menyangkut pengelolaan kekayaan negara yang akan berdampak pada kesejahteraan rakyat.
"Ya, penggunaan dana dari deviden BUMN ini kan yang akan menjadi krusial akan digunakan ke mana," ujar anggota DPR dapil Jawa Tengah 1 itu.
Mengenai penunjukan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menjadi nahkoda BPI Danantara dinilainya tepat.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Bantah Isu TPP ASN Desember 2024 Tak Dibayar
Mengingat kerjanya bertalian dengan tugasnya di kabinet Merah Putih. Dia ditunjuk Presiden Prabowo menjadi kepala Danantara.
"Menurut saya tepat. Selain pribadi beliau yang mumpuni, beliau juga menteri investasi. Jadi sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi)," pungkasnya. (***)