Dukungan Anggaran: Efisiensi dan Fokus pada Manfaat Masyarakat
Demi memastikan keberlanjutan MBG, pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang penghematan belanja negara. Melalui kebijakan ini, pemerintah berhasil menghemat anggaran hingga Rp306,69 triliun.
Pada Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I 2025 di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2025), Sri Mulyani menegaskan bahwa efisiensi anggaran difokuskan untuk program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya adalah MBG.
"Presiden mengarahkan agar anggaran digunakan lebih efisien dan ditujukan langsung bagi kesejahteraan masyarakat, seperti MBG," katanya.
Target dan Perkembangan Program MBG
Tahap pertama pelaksanaan MBG dimulai Januari hingga April 2025, dengan target awal 3 juta penerima manfaat.
Kemudian, periode kedua pada April hingga Agustus 2025 menargetkan 6 juta penerima manfaat.
Hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan total 15 juta penerima manfaat dengan alokasi anggaran Rp71 triliun.
Namun, dalam pertemuan Rampinas PIRA pada Sabtu (25/1/2025), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa Presiden Prabowo sempat meminta percepatan program dengan target 89 juta penerima manfaat.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Dimulai: Tak Wajib Daftar Online, Bisa Langsung ke Puskesmas
Jika hal itu dilakukan, BGN membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun.
"Pak Presiden bertanya kepada kami, berapa tambahan dana yang dibutuhkan jika program ini dipercepat? Kami jawab Rp100 triliun," ujar Dadan.
Dengan skala dan tantangan yang begitu besar, keberhasilan program MBG akan sangat bergantung pada efektivitas manajemen anggaran, distribusi logistik, serta dukungan dari berbagai pihak.