Jakarta, bidiktangsel.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa bulan Ramadhan bukanlah alasan untuk menghentikan aktivitas pembelajaran di sekolah.
Menurut Abdul Mu’ti, pembelajaran tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi siswa dan tenaga pendidik.
Baca Juga: Kapolres Tangsel Ungkap Kasus Pencurian dan Kekerasan di Awal Tahun 2025
"Perlu dipahami, tidak ada istilah libur Ramadhan. Kata kuncinya adalah pembelajaran di bulan Ramadhan. Artinya, sekolah tetap menjalankan aktivitas belajar-mengajar, namun disesuaikan dengan semangat bulan suci ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (4/1/2025).
Mendikdasmen menjelaskan, selama Ramadhan, sekolah dianjurkan mengatur waktu pembelajaran yang lebih fleksibel.
Hal ini termasuk mengurangi durasi jam belajar harian atau menyisipkan kegiatan religi, seperti tadarus Al-Qur’an, ceramah agama, dan diskusi tentang nilai-nilai Ramadhan.
Baca Juga: Pemprov Banten Tegaskan Komitmen Wujudkan Budaya Antikorupsi
“Pembelajaran selama Ramadhan dapat menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui kegiatan yang memperdalam nilai-nilai moral, seperti kejujuran, kesabaran, dan empati,” tambahnya.
Meskipun ada penyesuaian jadwal, Mendikdasmen memastikan bahwa tidak akan ada penurunan mutu pendidikan.
Guru diminta untuk mengoptimalkan metode pengajaran agar materi tetap tersampaikan dengan efektif.
"Kreativitas guru dalam memanfaatkan waktu yang ada sangat penting," tuturnya.
Kemendikbudristek juga mengimbau sekolah untuk menjaga semangat belajar siswa meskipun sedang berpuasa.
Selain itu, orang tua diharapkan turut mendukung kegiatan pembelajaran di rumah dengan membangun suasana yang kondusif.