Wakatobi, bidiktangsel.com – Calon Bupati (Cabup) Wakatobi, Haliana, tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan tindakan yang dianggap tidak profesional dalam kampanye politiknya.
Haliana dikabarkan tidak hanya membajak hasil survei politik, tetapi juga berupaya mengklaim kerja sama secara pribadi dengan Direktur Riset Index Politica, almarhum Deni Lesmana, untuk kepentingan pribadi dalam pilkada.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Tambah Rute Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar, Simak Rutenya!
Berdasarkan informasi yang beredar, Haliana diduga menggunakan hasil survei tanpa izin resmi dari pihak penyelenggara survei.
Langkah ini dinilai melanggar etika politik dan berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap transparansi data survei.
Hasil survei, yang seharusnya dijaga kerahasiaannya, digunakan untuk meningkatkan popularitas Haliana di tengah persaingan politik.
Aco, Sekretaris DPC PDIP Perjuangan Kabupaten Wakatobi, yang juga merupakan sumber dekat Haliana, mengakui bahwa penawaran kerja sama dilakukan secara pribadi kepada Deni Lesmana tanpa melibatkan lembaga survei Index Politica.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Perkuat Upaya Tanggap Banjir, dari Evakuasi hingga Bantuan Logistik
"Benar, kami menawarkan kerja sama tidak melalui lembaga, namun secara personal. Kami juga sudah mengingatkan terkait posisi Index Politica, tetapi pak Bupati tidak menanggapinya," ujar Aco.
Tragisnya, Deni Lesmana meninggal dunia akibat stroke pada Selasa (29/10).
Kondisi ini semakin memperkeruh dugaan manuver politik Haliana dan timnya, yang dinilai telah mengklaim dukungan dari almarhum Direktur Riset Index Politica.
Banyak pihak menganggap tindakan ini melanggar prinsip profesionalisme dan dapat mengurangi kredibilitas lembaga survei di mata publik.
Baca Juga: Tim Index Politica Cabut Dukungan dari Cabup Haliana Pasca Meninggalnya Direktur Riset di Wakatobi
Pengamat politik dari Lembaga Kajian Politik Nasional (LKPN), Adib Miftahul, menilai bahwa langkah yang diambil Haliana bisa membahayakan integritas lembaga survei di Indonesia.