Dalam pidatonya, Gibran juga menekankan pentingnya pencegahan korupsi sebagai salah satu prioritas pemerintahan saat ini.
Ia mengapresiasi kota-kota seperti Surakarta, Bali, dan Sragen yang berhasil meningkatkan Monitoring Center for Prevention (MCP), sebuah indikator yang digunakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengukur efektivitas pencegahan korupsi di daerah.
Selain itu, Gibran menyoroti upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting melalui program makan siang gratis di sekolah-sekolah.
Ia mengungkapkan bahwa program ini mendapatkan respons positif dari berbagai pihak, termasuk guru, komite sekolah, dan orang tua murid.
Baca Juga: Rano Karno Hapus Foto dengan Tersangka Pengendali Judi Online, Netizen Soroti Pertemuan
"Program ini sangat strategis, melibatkan petani lokal dan ibu-ibu PKK, sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Menutup pidatonya, Gibran mengajak seluruh kepala daerah untuk berfokus pada kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat serta memastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran.
Ia menekankan bahwa kebijakan yang efektif adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sesuai dengan target nasional.
Acara penutupan Rakornas tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Gibran yang didampingi oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Wakil Menteri Dalam Negeri.
Dengan pemukulan gong ini, secara resmi menutup agenda rapat koordinasi yang berlangsung selama tiga hari dan diharapkan dapat menjadi awal sinergi yang lebih kuat antara pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program-program strategis pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui pidatonya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi dan efektivitas kebijakan guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di seluruh Indonesia. (***)