nasional

Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global dan Risiko Geopolitik

Selasa, 5 November 2024 | 09:25 WIB
STABILITAS SEKTOR JASA KEUANGAN TERJAGA DI TENGAH MENINGKATNYA RISIKO GEOPOLITIK

Jakarta, bidiktangsel.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia tetap terjaga meskipun dihadapkan pada risiko geopolitik dan penurunan aktivitas ekonomi global. 

Hal ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) bulanan yang berlangsung pada 30 Oktober 2024

Ekonomi global mengalami perlambatan terutama di beberapa negara utama, dengan ketidakpastian geopolitik yang semakin tinggi. 

Baca Juga: Calon Anggota PWI Riau, Seluruh Peserta Teken Pakta Integritas

Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi menunjukkan hasil positif didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat. 

Sementara itu, di Eropa, pemulihan ekonomi mulai terlihat dalam peningkatan penjualan ritel meskipun sektor manufaktur masih tertekan. 

Di sisi lain, Tiongkok juga menghadapi perlambatan ekonomi pada kuartal ketiga 2024, baik dari sisi permintaan maupun penawaran, yang mendorong pemerintah setempat untuk meluncurkan stimulus tambahan.

Ketidakstabilan yang terjadi di Timur Tengah serta dinamika politik menjelang Pemilihan Presiden AS tahun ini menjadi faktor utama ketidakpastian global. 

Baca Juga: ITPLN Raih Juara 1 Kompetisi Inovasi antar Kampus se-Indonesia

Kondisi ini meningkatkan harga komoditas seperti emas yang menjadi aset pelindung di tengah meningkatnya premi risiko global. 

Dampak yang dirasakan adalah aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pasar saham Indonesia mencatatkan penguatan 1,05% pada Oktober 2024 dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada level 7.606,60. 

Di sektor obligasi, indeks pasar melemah dengan kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 26,06 basis poin.

 

Halaman:

Tags

Terkini