Jakarta, bidiktangsel.com - Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) gelar Dialog Nasional dan Buka Puasa Bersama, Jumat (5/4-2024)
Dengan membawa tema "Keberhasilan Pemilu Dan Masa Depan Demokrasi Indonesia yang dihadiri Ketua Umum Soksi, Direktur Eksekutif IndexPolitica Deni Charter, Ketua Umum Peradmi/President Asean University Internasional Prof. Dr. Suhendar, S.H., LLM.
Dalam pembukaannya, Ketua Umum Soksi Ir. Ali Wongso Sinaga mengatakan mari kita bersyukur kehadirat Allah SWT bisa bersama-sama sore ini menjelang berbuka puasa sekaligus akan berdialog dengan narasumber.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Targetkan Cetak 1.000 Sarjana, Beri Bantuan Biaya Pendidikan Rp 7,5 Juta!
"Kita tetap semangat dalam menghadapi tantangan," kata Ali Wongso.
Sebagai narasumber pertama, Direktur Eksekutif IndexPolitica, Deni Charter menjelaskan bahwa dalam arena politik Indonesia, peran partai politik seringkali menjadi sorotan utama. Salah satunya adalah Partai Golkar, yang telah mengalami berbagai dinamika sejak era reformasi.
"Partai Golkar, yang pada awalnya merupakan kekuatan politik dominan di era Orde Baru, kini menghadapi perubahan signifikan dalam lanskap politik Indonesia," kata Deni
Dalam pemilu terbaru, Golkar menunjukkan peningkatan perolehan suara, meskipun masih dalam rentang yang tipis. Hal ini mencerminkan dinamika politik yang terus berubah di Indonesia.
Baca Juga: Pemkot Tangsel Berangkatkan 904 Pemudik Gratis, Siap Dilanjutkan Tahun Depan!
Era reformasi telah menyaksikan fragmentasi internal dalam Partai Golkar, dengan tokoh-tokoh utama seperti Prabowo Subianto membentuk partai alternatif. Hal ini mencerminkan pergeseran kekuatan politik dan persaingan yang semakin ketat di antara partai politik di Indonesia.
Namun, tantangan terbesar bagi demokrasi Indonesia bukan hanya terletak pada dinamika partai politik semata, tetapi juga dalam penyelenggaraan pemilu yang transparan dan akuntabel. Masalah seperti data invalid dan kekurangan progres dalam proses pemilu menjadi perhatian serius yang perlu diatasi.
Menurut Deni Charter, teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan integritas dan efisiensi proses pemilu di Indonesia.
"Penggunaan sistem e-voting dan partisipasi yang lebih luas dari masyarakat dapat membantu mengatasi beberapa masalah yang terkait dengan pemilu, seperti kesalahan penghitungan suara dan keabsahan data," ujarnya.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 96S di Laut Sawu