Jakarta, bidiktangsel.com - BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mendeteksi bibit siklon tropis baru 96S di sekitar Laut Sawu (10.2oLS 121.0oBT).
Bibit siklon ini diprediksikan akan menguat secara perlahan dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Baca Juga: FPRMI Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Kebersamaan dan Silaturahmi
"Cuaca ekstrem ini dapat mengakibatkan berbagai kerugian dan bencana hidrometeorologi," katanya.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa bibit siklon 96S memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis di perairan NTT dalam 24 jam ke depan.
Namun, peluang tersebut akan meningkat menjadi sedang-tinggi dalam 2-3 hari ke depan dengan posisi sistem diprediksi berada di sekitar Samudera Hindia Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga: Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim untuk Menyebarkan Cahaya Kebaikan
Dampak Bibit Siklon Tropis 96S, Hujan dengan intensitas sedang-sangat lebat di Bali, NTB, dan NTT, Potensi angin kencang di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT dan Gelombang tinggi 1.25 - 2.5 meter di Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Sumba bagian barat, Perairan selatan P. Sumba, Perairan selatan Kupang - P. Rote, dan Laut Sawu bagian selatan.
Secara umum, kombinasi pengaruh fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 11 April 2024.
Baca Juga: Pengamat BUMN HMU Kurniadi Minta Audit Konstruksi Jalan Tol Bocimi
"Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem," jelas Guswanto.
Untuk mendapatkan informasi cuaca yang akurat dengan resolusi yang lebih tinggi di setiap kecamatan, masyarakat dapat mengunjungi aplikasi InfoBMKG. (***)