Serang, bidiktangsel.com - Seorang warga Baduy bernama Darma (38) selamat dari gigitan ular berbisa berkat Serum Anti Bisa Ular (SABU) yang disediakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Siloam Hospital Group.
Darma digigit ular saat bekerja di ladang pada hari Jumat. Ia dibawa ke Pos Kesehatan Desa dan kemudian ke Puskesmas, di mana SABU tersedia.
Sebelumnya, pada akhir Desember 2023, tim Baksos PWI Pusat melakukan survei ke Baduy dan menemukan bahwa warga sangat membutuhkan SABU.
Baca Juga: 10.000 Pohon untuk Ancol: Kontribusi PWI Pusat dalam Melestarikan Alam
"Warga Baduy belakangan ini terancam ular tanah yang sangat berbisa. Racunnya dapat menyebar dalam empat jam dan menyebabkan bagian tubuh yang terkena gigitan membengkak dan menghitam," kata Muhammad Arif Kirdiat, relawan yang mengabdikan diri untuk Baduy.
"Serangan ular itu umumnya terjadi di ladang, ketika pembukaan lahan atau musim tanam. Pada tiga bulan terakhir tahun 2023, tercatat 21 warga Baduy terkena gigitan ular, di mana seorang meninggal dan satu orang harus diamputasi kakinya."
Bantuan SABU diserahkan oleh Jimmy Rambing dari Siloam Hospital Group kepada Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun dan Sekjen Sayid Iskandarsyah.
Baca Juga: Menjelajahi Warisan Budaya Banten: Batik Banten dan Upaya Pelestariannya
"PWI mengucapkan terima kasih kepada Siloam Hospitals Group atas perhatiannya dengan memberikan serum anti bisa ular untuk warga Baduy," ujar Hendry.
"Berkat serum, pasien Darma sudah bisa pulang ke rumah tadi pagi. Selamat!" kata Arif.
Bantuan SABU dari PWI dan Siloam Hospital Group merupakan langkah nyata untuk membantu warga Baduy yang tinggal di daerah terpencil dan minim akses kesehatan.
"Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menyelamatkan nyawa warga Baduy di masa depan," kata Jimmy Rambing. (***)