Jakarta, bidiktangsel.com - ProgramMuda, sebuah kelompok relawan yang mendukung Ganjar - Mahfud, mengadakan acara yang inspiratif yang menghubungkan seni rupa dengan aspek perubahan positif di Indonesia.
"Indonesia di Mata Perupa" menjadi sorotan bagi 100 pelukis profesional yang berkumpul di Distrik 6, posko relawan Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar Mahfud.
Acara ini tidak hanya diselenggarakan secara konvensional, tetapi juga secara daring dengan mengundang seniman digital untuk berpartisipasi dalam kompetisi berskala nasional.
Para kreator dapat mendaftar melalui tautan yang tersedia hingga 7 Februari 2024.
Baca Juga: Tangerang Selatan Peringati Hari Gizi Nasional ke-64 dengan Fokus Penurunan Stunting
Heru Dewanto, Sekretaris Eksekutif Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Mahfud MD, memberikan apresiasi tinggi terhadap acara tersebut, menyatakan bahwa ini mencerminkan perhatian khusus pasangan Ganjar Mahfud MD terhadap seni rupa.
Para pelukis dan perupa diberikan kesempatan unik untuk menyuarakan perasaan dan harapan mereka melalui karya seni, yang kemudian akan dipertunjukkan di depan Ganjar dan Mahfud.
Isditya Jayanegara, Ketua Pelaksana ProgramMuda, menambahkan bahwa kehadiran para pelukis membawa kebahagiaan yang luar biasa, memungkinkan mereka untuk mengekspresikan harapan dan pendapat mereka.
Dia yakin bahwa hal ini akan meningkatkan penghargaan terhadap suara pelukis dan perupa di masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Anyar Dimulai, Pemagaran Dilakukan
Karya seni yang dipamerkan mencakup berbagai tema, mulai dari gambaran Indonesia sebagai "Ibu Pertiwi" yang dihiasi dengan elemen sosial dan politik, hingga potret pasangan Ganjar Mahfud yang berjalan di depan Monumen IKN.
Lukisan-lukisan lain menggambarkan purwarupa terasering membentuk peta Indonesia, serta ekspresi lainnya dengan menggunakan berbagai teknik.
Kehadiran pelukis disabilitas juga memberikan warna tersendiri pada acara tersebut, menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghambat kemampuan mereka dalam menyampaikan harapan dan perasaan melalui karya seni.
Konsep semi-kompetisi ini didukung oleh Dewan Juri Lomba Lukis, termasuk Citra Smara Dewi (Dekan FSRD IKJ dan Kurator Galeri Nasional), Yusuf Susilo Hartono (Praktisi Seni dan Wartawan Budaya), dan Mas Padhik (Seniman dan Pelukis Alumnus ISI Yogyakarta). (***)