nasional

Konferensi Perdamaian Internasional di Jakarta Sebut Kerukunan Beragama sebagai Solusi Konflik

Rabu, 18 Oktober 2023 | 10:13 WIB
Konferensi perdamaian internasional yang diselenggarakan oleh Universal Peace Federation (UPF) dan the Voice of Istiqlal (VOIST) di Jakarta.

Jakarta, bidiktangsel.com - Konferensi perdamaian internasional yang diselenggarakan oleh Universal Peace Federation (UPF) dan the Voice of Istiqlal (VOIST) di Jakarta, Indonesia, pada 16 Oktober 2023, menyerukan kerukunan beragama, dialog, dan ketenteraman sebagai solusi konflik.

Konferensi tersebut mengangkat tema "Peran Pemerintah, Masyarakat Sipil dan Kerja Sama Lintas Agama dalam Membangun Bangsa." Hampir 100 peserta dari kalangan politik, akademisi, dan semua tradisi agama hadir.

Dalam acara tersebut, perwakilan dari enam agama menuangkan air ke dalam satu mangkuk yang melambangkan upaya bersama mereka untuk mencapai perdamaian. Prof.Dr.K.H. Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal, memanjatkan doa, dan kemudian menyambut kedatangan para delegasi.

Baca Juga: Seminar Nasional Teknologi AI dan Dampaknya terhadap Profesi Wartawan

“Istiqlal tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam,” kata Imam Besar, “tetapi juga untuk semua orang tanpa memandang latar belakang agama mereka.”

Ketua UPF Asia Pasifik, Hon. Ek Nath Dhakal, dalam pesan utamanya mencatat bahwa di dunia saat ini terdapat konflik dan terorisme dalam politik, masyarakat, ekonomi, budaya, dan bahkan dalam agama. Akibatnya, nilai-nilai inti bersama semakin terkikis.

“Komunitas global harus bersatu untuk mendukung demokrasi dan institusi-institusinya sambil mengutuk segala bentuk terorisme melalui upaya terpadu,” kata Dhakal.

Para pembicara utama dalam konferensi tersebut adalah Hon. Yasril A. Baharuddin, Ketua Asosiasi Internasional Anggota Parlemen untuk Perdamaian – Indonesia; Amb. K.H. Abdul Wahid Maktub, mantan Duta Besar Indonesia dan Ketua Jaringan Indonesia Maju; Hon. Dave Laksono, Anggota DPR RI; Prof. Dr. Alwi Shihab, mantan Menteri Luar Negeri Indonesia dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam; dan Pres. Masaichi Hori, Presiden, Federasi Keluarga untuk Unifikasi dan Perdamaian Dunia dan Unifikasi Asia Pasifik.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Stok Beras Nasional, Cukup untuk Antisipasi El Nino

Dalam dialognya, para pembicara dan peserta menyampaikan keprihatinan yang semakin besar terkait konflik Israel dan Palestina. Mereka mengutuk kekerasan yang terjadi terhadap warga sipil, mendesak aktor-aktor penting untuk memberikan bantuan darurat kepada semua warga sipil, dan segera melakukan gencatan senjata.

Dua sesi diadakan pada sore harinya, masing-masing bertajuk: “Landasan Bersama untuk Kerukunan Beragama, Keamanan dan Perdamaian Abadi” dan “Forum Pemuda Lintas Agama untuk Perdamaian dan Kerukunan.” (***)

Tags

Terkini