Curhatan Guru di Semarang saat Pelaksanaan MBG, Pulang Telat karena Harus Rapikan Ompreng SPPG

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 17 Maret 2026 | 07:25 WIB
Guru di Semarang curhat soal tugas tambahan guru saat SPPG datang untuk bagikan MBG. (Instagram/stevano.96)
Guru di Semarang curhat soal tugas tambahan guru saat SPPG datang untuk bagikan MBG. (Instagram/stevano.96)

Bidiktangsel.com - Seorang konten kreator sekaligus guru di Semarang, David Stevano, turut mengungkapkan keluh kesahnya ketika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlambat datang untuk membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, David menyebut bahwa guru di sekolah memiliki beberapa tugas ketika pembagian makanan MBG kepada para siswa.

“Dikira guru nggak kerepotan? Udah nggak dapat upah SPPG, nambah lagi bebannya,” tulisnya dalam unggahan videonya di akun @stevano.96 pada Minggu, 15 Maret 2026.

Curhatan singkatnya dalam video berdurasi 1:05 menit itu bermula dari tanggapannya pada unggahan protes sejumlah wali murid yang protes karena SPPG datang terlambat.

Baca Juga: MBG Libur Lebaran Dirapel 4 Hari, SPPG Harjobinangun 3 jadi Sorotan Gegara Harga Ayam Rp16.000

Guru Seperti jadi Relawan SPPG

Stevano mengungkapkan bahwa keterlambatan pengantaran pun sempat dirasakan oleh sekolahnya.

“Kasus SPPG yang kayak gini pernah ngerasain. Jadi, yang namanya relawan sesungguhnya itu guru karena kita nerima MBG-nya, bagiin, ngumpulin kantongnya itu nggak dibayar dari SPPG-nya,” ucapnya dalam video.

“Belum lagi kalau telat, anak-anak udah mau keluar dari gerbang, kita hold dulu untuk nunggu pembagian lengkap dari SPPG. Dulu pernah kayak gitu,” terangnya.

Guru Terlambat Pulang

Selain bertugas untuk membagikan makanan MBG, Stevano juga membeberkan bahwa guru juga bertanggung jawab usai para siswa selesai mengonsumsi makanannya.

Baca Juga: Viral Kru Bus Madu Kismo Terciduk Buang Sampah di Pinggir Tol, Perusahaan Sebut Sanksi Larangan Kerja Sebulan

Oleh karena itu, menurutnya, guru kini tak bisa langsung pulang setelah para siswa selesai belajar di sekolah.

“Siswa pulang yang harusnya guru juga pulang, enggak bisa. Kita ngitung ompreng, ngumpulin kantong, bersih-bersih,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X