Percepat Pemulihan, Mendagri Minta Tambahan 15 Ribu Personel dari TNI dan Polri untuk Bersihkan Lumpur Banjir Sumatera

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 11 Januari 2026 | 15:55 WIB
Mendagri Tito saat rapat koordinasi bersama minta tambahan personel pada TNI dan Polri untuk pembersihan lumpur Sumatera. (YouTube / DPR RI)
Mendagri Tito saat rapat koordinasi bersama minta tambahan personel pada TNI dan Polri untuk pembersihan lumpur Sumatera. (YouTube / DPR RI)

Bidiktangsel.com - Proses penanganan lumpur sisa banjir Sumatera masih menjadi PR yang belum tuntas diselesaikan.

Banjir bandang dan tanah longsor menyisakan endapan lumpur, baik di area pemukiman warga maupun di sungai.

Mengenai pembersihan lumpur tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta secara langsung kepada TNI dan Polri untuk menambah personel yang diterjunkan ke lapangan.

Baca Juga: Pilar Apresiasi Bank Sampah Griya Asri, Garda Terdepan Hadapi Darurat Sampah Tangsel

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bencana banjir bersama DPR dan berbagai pihak terkait.

Pembersihan Lumpur Sumatera Dikebut Sebelum Ramadan

Mendagri Tito mengatakan bahwa pembersihan lumpur harus difokuskan di daerah pemukiman warga dan di area sungai.

Menurutnya, percepatan pembersihan sungai harus diimbangi dengan penambahan personel dari TNI dan Polri.

“Kekuatan yang ada menurut pendapat saya perlu ditambah tambahan BKO, TNI, dan Polri,” ucapnya dalam rapat yang digelar pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Banda Aceh, Aceh.

Baca Juga: Usai Roasting Wapres Gibran di Show Mens Rea, Panji Pragiwaksono Disebut Bisa Kena Pasal Penghinaan dalam KUHP Baru

“Saya waktu di Hambalang saya sampaikan kepada Pak Kapolri bisa nggak kira-kira ditambah 5.000 personel lagi. Kemarin beliau nambah 1.000 personel sebelum Nataru, alasannya kekuatan sedang fokus di Natarau,” lanjutnya.

Periode Nataru telah selesai, kata Tito, pembersihan lumpur harus dilakukan sebelum Ramadan karena mempertimbangkan kondisi fisik.

“Nah, sekarang Nataru sudah selesai, mumpun sebelum Ramadan, kalau Ramadan capek nanti kerja, ini kaitannya fisik. Jadi, harus digenjot di periode waktu ini,” tambahnya.

“Nataru selesai, kemudian Ramadan belum masuk, kita genjot,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X