Depok, bidiktangsel.com - Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar, memberikan apresiasi atas pencapaian kerja Kantor Pertanahan Kota Depok, khususnya dalam upaya meredam mafia tanah.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2024 yang membahas program kerja dan evaluasi Semester 1 Tahun 2024, yang berlangsung pada Senin-Rabu (22-24 Juli 2024).
"Akselerasi Kantor Pertanahan Kota Depok dalam mengimplementasikan program kerja sangat baik. Energi seperti ini yang harus terus dipertahankan," ujar Yuniar Hikmat Ginanjar di sela-sela Rakerda yang bertempat di Alhambra Hotel and Convention, Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam Rakerda se-Jawa Barat ini, Kanwil BPN meminta BPN Kota Depok untuk memaparkan alur penanganan mafia tanah dalam sesi 'Success Story'.
"Success Story ini diberikan sebagai contoh konkret bahwa setiap Kantor Pertanahan dapat mengambil langkah aktif dalam memerangi mafia tanah, seperti yang diamanatkan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)," tutur Yuniar Hikmat Ginanjar.
Baca Juga: Menlu RI Retno Marsudi Bahas Lima Isu Penting di Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN
Rakerda ini tidak hanya menjadi kegiatan seremoni, tetapi juga menekankan penguatan pemahaman teknis pelaksanaan pekerjaan dan peningkatan kinerja program serta anggaran setiap Kantor Pertanahan di Jawa Barat untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Kepala BPN Kota Depok, Indra Gunawan, dalam pemaparannya menegaskan bahwa kunci sukses menekan mafia tanah terletak pada internalisasi sumber daya manusia (SDM).
"Kalau esensinya pencegahan, maka harus dimulai dari internal," tegas Indra sambil memberi apresiasi atas kerja jajarannya yang teguh menjaga marwah abdi negara di bawah Kementerian ATR/BPN.
Pencapaian ini sejalan dengan upaya BPN Kota Depok dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat secara intens melalui sosialisasi pencegahan.
Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Disambut Hangat oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee
Meningkatkan kesadaran masyarakat dengan membuka pintu pelayanan seluas-luasnya merupakan langkah terbaik dalam mengedukasi masalah pertanahan di Kota Depok.
Indra menambahkan, terbangunnya kesadaran masyarakat merupakan tujuan BPN Kota Depok, yang berdampak pada aksi dan reaksi publik.
Artikel Terkait
Jambore Penyuluh Pertanian Pandeglang: Dorong Inovasi dan Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Festival Gemar Membaca Pandeglang: Menumbuhkan Minat Baca dan Cinta Budaya Bangsa
Bupati Pandeglang Semangati Kafilah MTQ: Target Juara MTQ XXI Banten 2024!
Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor 1 Resmi Jadi Pelayanan Elektronik, Perkuat Keamanan Sertifikat Tanah
Pj Gubernur Al Muktabar Buka Bazar Pasar Murah MTQ XXI Provinsi Banten 2024