info-tangsel

Dinas Kehatan Bentuk Klaster Kesehatan Antisipasi Krisis Bencana

Rabu, 21 Agustus 2019 | 22:55 WIB

"Itu ada bencana alam maupun non alam maupun bencana sosial," tambah dia dalam acara pertemuan lintas sektoral penanggulangan krisis, di Gedung 3 Balai Kota Tangsel, Ciputat pada Rabu, 21 Agustus 2019.

Dijelaskan dr Tulus, persiapan menghadapi krisis kesehatan mesti dilakukan. Artinya, misalkan besok musim hujan, pasti ada banjir. Antisipasinya, sudah ada tim yang langsung bergerak dalam hal mitigasi wilayah mana yang banjir dan mana yang tidak nantinya.

"Nah itu kan akan menghitung kebutuhan. Kayak misalkan ada balita yang memerlukan susu, pampers dan segala macam. Nah, kita bisa mengalokasikan dalam konteks di krisis ini melalui tugas dari tim klaster tadi," tandasnya.

Terkait bencana, satu sisi ada penanganan di lokasi evakuasi, dan sisi lain lingkungan tetap harus dibersihkan juga setelah terjadinya bencana misalnya.

"Artinya ada tahapan disaat evakuasi, rehabilitasi maupun mitigasinya. Tim ini bertugas dari awal sampai akhir. Dalam konteks mengancam kehidupan atau mencegahnya," tutupnya.

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa saat ini BMKG masih belum bisa memprediksi kapan musim kemarau selesai dan musim hujan akan turun.

"Oleh karena itu saya minta kepada jajaran Pemkot Tangsel, tolong diinformasikan dan lakukan tindakan prepentif, juga penghijauan," ungkapnya.

Juga tak kalah pentingnya soal pemberantasan sarang nyamuk. Karena informasi dari pokjanal jumantik bahwa saat ini nyamuk aedes aegepty bersarang di sisa air penampungan dispenser.

Halaman:

Tags

Terkini