"Ini membuktikan bahwa para inovator, baik siswa ataupun masyarakat sangat produktif. Saya melihat banyak yang dapat dikolaborasikan dengan Pemerintah Daerah, seperti i-KTP system yang luar biasa dan sejalan dengan Mendagri. Saya tertarik dan apa yang bisa kita adopsi, ya kita adopsi. Kita programkan biayanya," ungkap Ben.
Ia pun berpesan kepada para inovator, agar jangan sampai teknologi melunturkan budaya. Karena teknologi dibuat guna mendekatkan hubungan manusia dengan manusia.
"Jangan sampai teknologi mengubah budi pekerti, nilai kemanusiaan dan kebudayaan kita. Artinya kita harus memiliki kearifan dan benteng atas teknologi yang ada. Jangan lupa kita adalah anak bangsa yang harus tau bagaimana cara memanfaatkan teknologi," jelasnya.
Kemudian, dirinya juga mengungkapkan rasa banggany dengan para peserta/inovator. Benyamin berharap, dengan lomba ini pihaknya bisa memfasilitasi energi positif yang ada di dalam diri puluhan inovator.
"Karena kalian bisa menjadi contoh dari teman-temannya. Piala sejatinya ada di hati, karena kita berhasil mengalahkan rasa sombong karena telah menemukan teknologi. Kalian harus bangga karena kalian adalah sedikit orang yang diberikan modal untuk melanjutkan kehidupan dengan pemikiran berbangsa," tukasnya di depan hadirin yang hadir. (HUMAS-KOMINFO)