SERPONG UTARA, bidiktangsel.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Soll Marina Hotel, Serpong Utara, Tangsel pada Jumat 26 April 2019.
Berbicara tentang inflasi, maka hal ini sangat relevan dalam konteks meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kota Tangerang Selatan. Inflasi, terkait erat dengan dua agenda penting yang sedang dibangun oleh pemerintah kota Tangsel yaitu pemerintah kota sedang berupaya meningkatkan investasi dalam rangka mempertahankan dan bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Kita ketahui, pertumbuhan ekonomi kota Tangsel selalu berada dikisaran 7,46%.
Kaitannya dengan inflasi, jika tingkat inflasi tinggi, maka daya beli berkurang karena harga pasar tinggi maka terjadi adanya peningkatan harga dipasar sehingga membuat daya beli masyarakat berat /berkurang yang berujungnya melemahnya ekonomi dan melambatnya investasi," jelasnya.
Pemerintah kota sedang berupaya mengurangi jumlah penduduk miskin. Ternyata, berdasarkan data, walaupun pertumbuhan ekonomi tergolong tinggi, di kota Tangsel masih terdapat penduduk miskin.
"Hubungannya dengan inflasi, dengan adanya inflasi yang tinggi, masyarakat yang berpenghasilan tetap akan mengalami penurunan daya beli karena adanya peningkatan harga. Ini dapat menyebabkan bertambahnya jumlah masyarakat miskin," ungkapnya.
Berdasarkan data BPS, tingkat inflasi di kota Tangsel pada bulan Maret yang lalu mencapai 0,15%. Diharapkan, tingkat inflasi ini dapat terus dikendalikan. Jika berada di luar kendali maka, banyak dampak negatif yang dapat terjadi.
"Penanganan inflasi memang bukan hal yang sederhana. Seringkali inflasi berada di luar kendali kewenangan pemerintah daerah. Inflasi lebih sering terjadi dalam skala regional dan nasional, yang tentunya, pengendaliannyapun harus dengan kebijakan dalam skala regional dan nasional," bebernya.