Baca Juga: Pilar Saga Ichsan: Sekolah Inklusif di Tangsel Bukan Lagi Pilihan, tetapi Kebutuhan Mendesak
Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga melanjutkan program sertifikasi RW Bebas Jentik yang telah memiliki roadmap pelaksanaan sejak 2024 hingga 2030.
Untuk tahun 2026, capaian RW Bebas Jentik di Kota Tangerang Selatan mencapai 58,12 persen dari target 60 persen. Beberapa wilayah telah menunjukkan capaian yang baik, seperti Kecamatan Pamulang yang berhasil mencapai 100 persen.
Sementara itu, Kecamatan Setu mencatat capaian 64,58 persen, Pondok Aren 54,35 persen, Ciputat 50,48 persen, sedangkan Serpong Utara dan Ciputat Timur masih berada di bawah angka 50 persen.
Bambang berharap capaian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh kecamatan agar target kota bebas jentik dan nol kematian akibat dengue dapat terwujud.
“Gerakan pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi budaya masyarakat. Keberhasilan pengendalian DBD tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif seluruh warga melalui Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik,” tegasnya.
Melalui peringatan ASEAN Dengue Day 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat edukasi, pengawasan jentik, serta kolaborasi lintas sektor guna menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman dengue.
Dengan mengedepankan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta langkah pencegahan tambahan lainnya, Tangsel optimistis mampu menekan angka kasus DBD sekaligus mewujudkan target nol kematian akibat dengue di masa mendatang.
(***)