Baca Juga: Kongres Tahunan PSSI Banten 2026 Gaungkan “Bersatu Berbudaya Berprestasi”
Dari jumlah tersebut, keluarga baru mampu membayar uang muka sebesar Rp5 juta yang diperoleh dari bantuan donasi sejumlah relawan dan kerabat.
Sementara sisa tagihan sebesar Rp11,2 juta harus dibayarkan dengan sistem cicilan selama 16 bulan. Setiap bulan, keluarga diwajibkan membayar sekitar Rp700 ribu kepada pihak rumah sakit.
“Beban itu akhirnya jadi tanggungan kami sebagai korban,” kata Riko dengan nada lirih.
Kondisi tersebut semakin berat karena keluarga harus tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah proses pemulihan korban yang diperkirakan masih membutuhkan pendampingan dan perawatan lanjutan di rumah.
Baca Juga: Literasi Keuangan UMKM Sepatan Timur, Pemisahan Aset Pribadi Dan Usaha Jadi Fokus
Harapan Bantuan untuk Korban Penusukan di Tangsel
Riko yang dikenal aktif sebagai relawan kebencanaan di Kota Tangerang Selatan berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun para dermawan untuk membantu meringankan beban pengobatan ibunya.
Ia mengaku selama ini keluarganya hanya mengandalkan bantuan sukarela dari relawan dan warga sekitar. Dukungan moril maupun materi disebut sangat berarti bagi proses pemulihan korban.
“Semoga ada tangan-tangan baik yang bisa membantu ibu saya dan keluarga kami,” ucapnya.
Kasus penusukan yang menimpa lansia tersebut menjadi perhatian warga sekitar Pondok Aren.
Selain menyisakan trauma mendalam bagi korban dan keluarga, peristiwa ini juga menyoroti persoalan biaya kesehatan yang masih menjadi beban berat bagi masyarakat korban tindak kekerasan.
Hingga kini, keluarga berharap kondisi Yani terus membaik dan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari bersama anak dan cucunya, meski bayang-bayang utang pengobatan masih membebani kehidupan mereka.
(***)