Sementara itu, Fahmi Hakim menilai sepak bola memiliki kekuatan besar sebagai representasi identitas daerah dan pemersatu masyarakat. Ia menyebut dinamika dalam organisasi sepak bola merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijaga secara sehat.
“Sepak bola itu unik karena menjadi representasi daerah dan masyarakatnya. Karena itu organisasi harus dijaga solid agar pembinaan berjalan baik,” ucapnya.
Dalam kongres tersebut, sejumlah agenda organisasi turut dibahas, termasuk pembentukan calon komite pemilihan dan komite banding pemilihan sebagai bagian dari mekanisme internal organisasi.
Suasana kongres berlangsung dinamis namun tetap kondusif. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya sidang tahunan yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan prestasi sepak bola Banten di tingkat nasional.
Dengan tema “Bersatu Berbudaya Berprestasi”, Kongres Tahunan PSSI Banten 2026 diharapkan menjadi titik penguatan solidaritas antaranggota sekaligus mendorong lahirnya ekosistem sepak bola yang profesional, kompetitif, dan berdaya saing.
(***)