Baca Juga: Pantau Harga Sembako di Pasar Ciputat, Wamendag: Cabai Rawit Naik Drastis Jadi Rp101 Ribu
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup Dr. Rasio Ridho Sani memberikan apresiasi terhadap langkah konkret Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menangani persoalan sampah.
Menurutnya, upaya yang dilakukan Pemkot Tangsel sejalan dengan strategi nasional dalam pengendalian pencemaran lingkungan, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
“Langkah yang harus kita lakukan adalah membersihkan sampah dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu dari rumah, kantor, dan tempat kita beraktivitas. Kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata membangun kedisiplinan dan budaya peduli lingkungan,” ujarnya.
Rasio menegaskan bahwa penanganan sampah akan lebih efektif jika dimulai dari hulu melalui pemilahan dan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.
Menurutnya, sekitar 60 persen sampah organik dapat ditangani dari rumah jika masyarakat terbiasa memilah sampah.
Selain itu, pemilahan sampah untuk disalurkan ke bank sampah dapat mengurangi sekitar 30 persen volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan sementara.
Baca Juga: Selalu Ada Roti di Menu Kering saat Ramadan, Siswa Ini Sebut Top 3 Makanan MBG yang Sering Diterima
“Artinya, hanya sekitar 10 persen saja yang akhirnya dikirim ke TPS jika pengelolaan sampah dilakukan dengan baik sejak dari rumah,” jelasnya.
Ia bahkan menilai Tangerang Selatan memiliki potensi besar menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
“Ke depan orang bisa datang ke Kota Tangerang Selatan untuk belajar pengelolaan sampah. Krisis sampah justru bisa menjadi momentum untuk membuat kita lebih baik lagi,” tambahnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap Gerakan Indonesia ASRI dapat terus berkembang menjadi kebiasaan positif masyarakat.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga, gerakan menjaga kebersihan lingkungan diharapkan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari. (***)