Baca Juga: Pihak Kantor Pos Diminta Segera Benahi Pagar, Cegah Penyalahgunaan Area di Sekitar Pasar Ciputat
“Kita tidak hanya fokus pada respons saat kejadian, tapi juga memastikan pascabanjir ditangani sampai tuntas agar tidak ada sisa-sisa material seperti lumpur yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Benyamin.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Menghadapi cuaca ekstrem yang semakin tidak menentu, Pemkot Tangsel juga mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, pohon tumbang, dan longsor.
Layanan darurat Tangsel Siaga 112 diaktifkan selama 24 jam untuk menerima laporan warga.
“Kami minta masyarakat segera melapor ke 112 jika ada kejadian darurat, karena setiap menit sangat berarti dalam penanganan bencana,” tambah Ahmad Dohiri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprediksi bahwa wilayah Jabodetabek termasuk Tangerang Selatan masih akan mengalami intensitas hujan tinggi hingga awal Juni 2025.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan menjadi prioritas utama.
Rehabilitasi dan Edukasi Jangka Panjang
Selain tindakan tanggap darurat, Pemkot Tangsel juga tengah merancang program rehabilitasi jangka panjang, termasuk edukasi masyarakat tentang mitigasi bencana.
Kolaborasi dengan sekolah, komunitas warga, hingga sektor swasta sedang digagas untuk menciptakan lingkungan yang lebih tangguh terhadap risiko banjir.
Langkah cepat seperti penyemprotan lumpur oleh Damkar Tangsel menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin kompleks.
Penanganan banjir kini bukan hanya soal surutnya air, tetapi juga tentang pemulihan, kesiapan, dan keberlanjutan. (***)