Baca Juga: Transformasi Digital Pendidikan: SPMB 2025 SD Negeri di Tangsel Siap Dilaksanakan Online
Skema Pendanaan dan Dukungan Pemerintah
Terkait pembiayaan, proyek ini mengandalkan skema tipping fee yang melibatkan partisipasi pemerintah pusat dan daerah.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Tahun 2021, pemerintah pusat dapat memberikan subsidi hingga Rp500.000 per ton sampah yang diolah.
“Kami akan merumuskan porsi kontribusi antara pusat dan daerah secara proporsional. Pemkot Tangsel siap memberikan dukungan fiskal sesuai kemampuan,” ujar Pilar.
Kolaborasi Regional dan Solusi Sementara
Sembari menunggu rampungnya fasilitas PSEL, Pemkot Tangsel juga menyiapkan skema kerja sama lintas daerah untuk penanganan sampah jangka pendek.
Beberapa opsi kerja sama tengah dijajaki dengan Kabupaten Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan wilayah di Provinsi Jawa Barat.
“Ini bukan sekadar proyek pengolahan sampah. PSEL adalah bentuk komitmen kami terhadap energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Tangerang Selatan,” tutup Pilar.
Proyek PSEL Tangsel : Langkah Nyata Menuju Kota Berkelanjutan
Sebagai kota urban yang berkembang pesat, Tangsel menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah harian.
Dengan realisasi proyek PSEL, Tangsel diproyeksikan menjadi salah satu kota percontohan nasional dalam penerapan teknologi waste to energy (WTE).
Dengan kepemimpinan Pilar Saga Ichsan, proyek PSEL ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan krisis sampah, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam menciptakan kemandirian energi lokal dan pengurangan emisi karbon secara signifikan. (***)