Gebyar Jumantik ADD 2026 Tangsel: Benyamin Targetkan Nol Kematian DBD Lewat Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Kamis, 25 Juni 2026 | 15:58 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dalam sambutannya menegaskan bahwa upaya pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi gerakan kolektif
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, dalam sambutannya menegaskan bahwa upaya pemberantasan sarang nyamuk harus menjadi gerakan kolektif

Baca Juga: Pilar Saga Ichsan: Sekolah Inklusif di Tangsel Bukan Lagi Pilihan, tetapi Kebutuhan Mendesak

"Di rumah itu semua harus jadi Jumantik. Bapak Jumantik, ibu Jumantik, anak Jumantik, bahkan asisten rumah tangga, sopir, dan satpam juga harus menjadi pemantau jentik. Karena yang bisa memeriksa setiap sudut rumah setiap hari adalah penghuni rumah itu sendiri," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Benyamin mengapresiasi para kader Jumantik dan Pokja DBD yang selama ini secara konsisten melakukan edukasi, survei jentik, serta pendampingan masyarakat sejak program GIRIJ mulai dikembangkan di Tangsel pada 2016.

Pemkot Tangsel juga terus memperkuat upaya pencegahan melalui program layanan kesehatan keliling "Ngider Sehat" yang kini ditingkatkan menjadi "Ngider Sehat Premium" dengan tambahan tenaga medis dan dukungan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Baca Juga: Kadin Tangsel dan Kominfo Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pasar, Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital

Selain itu, target tahun 2026 ditetapkan sebanyak 60 persen dari total 754 RW di Kota Tangerang Selatan mampu melaksanakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik dan memperoleh sertifikasi bebas jentik nyamuk.

Benyamin mengingatkan bahwa sertifikasi bebas jentik bukan jaminan permanen terbebas dari ancaman DBD. Oleh karena itu, pemantauan dan pemberantasan sarang nyamuk harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

"Musuh kita jelas, yaitu nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD. Karena itu kita harus bergerak sebagai satu tim, mulai dari pemerintah, kader kesehatan, RT, RW, lurah, hingga masyarakat untuk memutus tempat berkembang biaknya nyamuk tersebut," tegasnya.

Menutup sambutannya, Benyamin mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengaku peduli terhadap DBD, tetapi juga aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Kadin Tangsel Gandeng Diskominfo Dorong Pasar Digital dan UMKM Naik Kelas, Marhadi Paparkan Program Smart Market

"Jangan bilang peduli DBD kalau belum melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk di rumah sendiri. Kalau kita sehat, keluarga sehat, lingkungan sehat, maka kualitas hidup masyarakat Tangerang Selatan juga akan meningkat," pungkasnya.

Kegiatan Gebyar Jumantik ASEAN Dengue Day 2026 turut dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan, kader Jumantik, Pokja DBD, organisasi profesi kesehatan, serta berbagai mitra kesehatan yang mendukung upaya pengendalian dengue di Kota Tangerang Selatan.

(***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X