Warga Pamulang Permai I Tolak Parkir Berbayar, Desak Wali Kota Tangsel Turun Dialog

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 2 Maret 2026 | 11:44 WIB
Aksi berlangsung tertib dengan membawa spanduk dan poster berisi penolakan terhadap kebijakan parkir berbayar.
Aksi berlangsung tertib dengan membawa spanduk dan poster berisi penolakan terhadap kebijakan parkir berbayar.

Bidiktangsel.com – Aksi warga Paguyuban Perumahan dan Kuliner RW 23 Pamulang Permai I mewarnai lobi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Senin (2/3/2026).

Mereka menolak rencana pemberlakuan parkir berbayar di kawasan tersebut yang disebut melibatkan Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan bersama pihak pemenang lelang.

Aksi berlangsung tertib dengan membawa spanduk dan poster berisi penolakan terhadap kebijakan parkir berbayar.

Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah Tangsel Dikukuhkan, Siap Kolaborasi Bangun Kota Tangerang Selatan

Warga menilai kebijakan itu memberatkan pelaku usaha kuliner dan masyarakat sekitar yang selama ini memanfaatkan area tersebut sebagai fasilitas lingkungan.

Ketua Paguyuban Warga RW 23 Pamulang Permai I, Gus Amos Sugianto, dalam orasinya meminta Wali Kota atau perwakilannya hadir langsung untuk berdialog dengan warga.

“Kami tidak menolak penataan. Tapi jangan sampai kebijakan ini merugikan warga dan pelaku UMKM yang sudah lama berusaha di sini,” ujar Gus Amos di hadapan massa aksi.

Baca Juga: Dampingi Keluarga Tersangka Dugaan Pembunuhan di Pantai Nipah Lombok, Hotman Paris Minta Majelis Hakim Baca Lagi Hasil Visum Radiet

Ia menegaskan, area yang direncanakan menjadi parkir berbayar selama ini merupakan ruang penunjang aktivitas warga dan sentra kuliner lokal.

“Kalau dijadikan parkir berbayar tanpa musyawarah, dampaknya akan langsung terasa. Pembeli bisa berkurang, pedagang kecil yang paling terdampak,” katanya.

Sejumlah warga juga menyampaikan keberatan serupa. Salah satu pelaku usaha kuliner menyebut kebijakan tersebut berpotensi menurunkan omzet.

Baca Juga: Menu MBG SDN 02 Jombang Diprotes, Wali Murid Nilai Kurang Mengenyangkan

“Pembeli kami kebanyakan warga sekitar. Kalau harus bayar parkir setiap datang, mereka bisa berpikir dua kali untuk mampir,” ungkap seorang pedagang.

Warga lainnya menyoroti transparansi proses lelang dan dasar hukum kebijakan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X