Diskominfo Tangsel Gandeng Publik untuk Renstra 2025-2029: Inovasi Jadi Fokus Utama

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 25 November 2024 | 18:15 WIB
Foto 1
Foto 1

Serpong – Dalam upaya menyusun strategi pembangunan lima tahun mendatang, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas rancangan teknokratik Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pranaya, Serpong, pada Kamis (21/11/2024), ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah hingga akademisi dan organisasi di bidang komunikasi dan informatika.

Baca Juga: Dugaan Penipuan Oknum Branch Manager Bank Mega Dilaporkan ke Polisi, Nasabah Alami Kerugian Miliaran

Kepala Diskominfo Tangsel, Tb Asep Nurdin, menekankan pentingnya penyusunan Renstra sebagai langkah awal menuju implementasi visi jangka panjang Kota Tangsel.

“Tahun 2025 menjadi awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Kami berkomitmen menjadikan Tangsel sebagai hunian nyaman, maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Renstra ini, lanjutnya, dirancang untuk menerjemahkan visi dan misi Wali Kota ke dalam program kerja yang konkret dan terukur.

Dokumen RPJPD sendiri mencakup empat misi utama: transformasi sosial untuk pengembangan sumber daya manusia unggul, transformasi ekonomi untuk produktivitas, tata kelola adaptif, serta pembangunan wilayah yang berkelanjutan.

Baca Juga: Tangerang Selatan Raih Penghargaan Daerah Tertib Ukur 2023 dari Kemendag RI

Foto 2
Foto 2

Tantangan dan Harapan Transformasi Digital

Dalam diskusi tersebut, berbagai tantangan terungkap, terutama dalam implementasi transformasi digital.

Infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dinilai masih membutuhkan penguatan, sementara adopsi teknologi di sektor layanan publik perlu lebih optimal.

Namun, optimisme tetap menjadi pijakan utama. Tb Asep menyampaikan harapannya agar dalam lima tahun ke depan, masyarakat memiliki akses informasi yang lebih luas, didukung oleh layanan komunikasi yang inovatif dan inklusif.

“Kami mengajak seluruh peserta FGD untuk memberikan masukan konstruktif. Semakin besar partisipasi publik, semakin baik dokumen perencanaan yang dihasilkan,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X