gaya-hidup

Halal Bihalal Stroke Survivor: RS Premier Bintaro Perkuat Harapan Pemulihan Pasien

Jumat, 10 April 2026 | 21:46 WIB
dr. Meidianie Camellia, Sp.Neurologi selaku Kepala Stroke Center RS Premier Bintaro

Pondok Aren, bidiktangsel.com – Kegiatan Halal Bihalal & Gathering Stroke Survivor: Stronger than Ever! yang digelar oleh RS Premier Bintaro menjadi momentum mempererat hubungan antara tenaga medis dan para penyintas stroke.

Acara yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus memberikan motivasi pemulihan bagi pasien stroke dan keluarganya.

Saat ditemui awak media secara doorstep, dr. Meidianie Camellia, Sp.Neurologi selaku Kepala Stroke Center RS Premier Bintaro menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin yang telah berjalan selama empat tahun terakhir.

Baca Juga: PWI Sulut–TNI AL Perkuat Sinergi, Siapkan Program Sosial Strategis Jelang Pelantikan

“Acara ini bagian dari Halal Bihalal, jadi kita bersilaturahmi antara pihak rumah sakit dengan pasien-pasien kita. Dua tahun lalu kita juga mengadakan kegiatan serupa. Tujuannya mempererat silaturahmi agar koneksi antara dokter dan pasien lebih santai dan lebih dekat. Di rumah sakit biasanya hubungan lebih formal, tapi di sini kita bisa saling ngobrol, berbagi cerita, dan saling menguatkan,” ujarnya.

Menurut dr. Meidianie, jumlah pasien stroke yang ditangani Stroke Center terus bertambah setiap tahunnya. Meski tidak semua pasien dapat pulih 100 persen, proses rehabilitasi tetap menunjukkan perkembangan signifikan.

“Memang tidak semua pasien bisa pulih sepenuhnya. Ada yang masih memiliki gejala sisa. Tapi pemulihan bukan berarti stagnan, melainkan tetap ada perbaikan kondisi,” jelasnya.

Baca Juga: Halal Bihalal Stroke Survivor di Bintaro, RS Premier Tegaskan Komitmen Penanganan Stroke Terpadu

Ia menambahkan, gejala stroke umumnya ditandai dengan kelumpuhan pada tangan atau kaki, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, hingga kesulitan menelan. Kondisi tersebut menjadi indikasi awal yang perlu segera ditangani secara medis.

“Paling sering pasien datang dengan kelumpuhan, sulit bicara, atau tiba-tiba mengalami gangguan penglihatan. Bahkan ada yang kesulitan menelan sehingga mudah tersedak saat makan atau minum,” paparnya.

Dalam penanganan stroke, terdapat golden period selama 4,5 jam sejak gejala muncul. Pada fase ini, pasien berpeluang mendapatkan terapi obat untuk membuka sumbatan pembuluh darah otak, khususnya pada stroke iskemik.

“Jika pasien datang dalam waktu golden period, kita bisa memberikan terapi untuk membuka sumbatan. Jika berhasil, pemulihan bisa berlangsung lebih cepat, bahkan dalam 1–2 hari bisa terlihat perubahan signifikan,” ungkapnya.

Baca Juga: GMPK Tangsel, Anggaran Dishub Tangsel Disoroti, Kebijakan Parkir Dinilai Gagal

Selain penanganan medis cepat, faktor gaya hidup juga berperan besar dalam mencegah stroke. Pola makan tidak sehat, stres, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, hingga konsumsi kopi berlebihan dapat meningkatkan risiko stroke.

Halaman:

Tags

Terkini