Pemilihan Ketua RT 05 yang digelar menyedot perhatian masyarakat. Layaknya proses pencoblosan Walikota atau Gubernur, warga yang membawa undangan datang ke TPS kemudian mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu suara, bergambar 3 orang Kandidat.
Setelah itu mereka dipanggil satu persatu menuju bilik suara dan mencoblos kandidat Ketua RT yang ada. Kemudian kartu suara yang ada gambar kandidat tersebut dimasukkan ke dalam kotak suara yang dijaga oleh petugas.
Pemilihan RT 05 berlangsung dalam satu tahapan dengan jumlah hak pilih 224 orang warga yang diundang. Mayoritas para pemilihnya adalah berusia muda dan pekerja swasta. Warga yang memiliki hak pilih mendapat surat suara dan mencoblos di bilik suara, kemudian dimasukkan ke kotak suara lalu pemilih mencobloskan jari kebotol tinta yang disediakan oleh panitia, pertanda pemilih telah menggunakan hak pilihnya.
Warga di lingkungan RT 05 RW 02 Kelurahan Pedurenan berharap Ketua RT yang baru tidak melakukan kesalahan-kesalahan, dan meminta transparan dalam menjalankan segala tugasnya.
Warga yang tidak ingin disebut namanya, berharap Ketua RT yang terpilih dapat mencari informasi mengenai pembangunan dan informasi tentang bantuan dana sosial dari pemerintah. "Ini sangat penting bagi warga yang membutuhkan, katena sebagian keluarga dilingkungan hingga saat ini belum ada bantuan yang terrealisasi," ungkapnya.
Acep Sachrudin (Ace) Ketua RT 03/ 02 dan juga pemrakarsa mengatakan, proses pemilihan Ketua RT 05 di wilayahnya dengan sistem demokrasi pemilihan langsung digelar pertama kali, sejak tahun 1981di jabat oleh ketua Rt 05 Rahmat selama 41 tahun.
“Di daerah kami memang agak unik dibanding yang lain, pemilihan RT seperti Pemilu betulan. Warga ingin pemilihan langsung agar jujur dan adil tanpa intervensi,” ujar Ace panggilan karibnya Ketua RT 03 juga sebagai donatur dan sebagai pengawas.
Ace juga menambahkan, Pemilihan dilakukan oleh panitia selain saksi, juga dihadiri warga yang hadir mengikuti perhitungan suara.