Menurutnya, sejak Indonesia merdeka, baru sekarang ada DBON ini. Ia berharap, pada tahun 2045, tepatnya seratus tahun Indonesia merdeka, Indonesia bisa berada di peringkat 10 besar dunia. Namun, kata Zainudin Amali, saat ini olahraga masih belum menjadi utama di Indonesia.
"Kepedulian kita terhadap olahraga belum seperti sektor yang lain. Ibarat makanan, olahraga masih kita tempatkan sebagai menu pembuka dan penutup, kita belum bisa menempatkan sebagai menu utama," sebut Zainudin dalam sambutannya.
Dalam pembukaan turut dihadiri Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Ketua PWI Pusat Atal Depari, Ketua Siwo PWI Pusat Gungde Ariwangsa, Tokoh Pers Dahlan Iskan, Ketua DPRD Jatik Kusnadi, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang, Ketua PWI se-Indonesia, serta seluruh kontingen pada Porwanas XIII di Malang.
Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu Mars Patriot Olahraga dan Mars PWI. Kemudian dilanjutkan dengan doa, penampilan tari massal oleh tuan rumah dengan judul "Journey of Nusantara".
Selanjutnya defile masing-masing kontingen yang dimulai dari Provinsi Aceh sesuai urutan huruf afjad, dan diakhiri dengan Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah. Dalam pembukaan juga menghadirkan bintang tamu dari Ibukota, Cak Lontong dan Akbar.
Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari mengaku sangat senang sekali melihat wartawan bertanding pada Porwanas ini. Dikatakannya, atlet yang ikut Porwanas ini adalah atlet yang sudah kompeten dan bersertifikasi.
Menurutnya, Porwanas adalah ajang yang sangat ditunggu-tunggu oleh para wartawan. Karena pelaksanaan Porwanas ini sudah 6 tahun tidak diselenggarakan.
"Saya harap mereka memeragakan permainan yang sportif. Porwanas ini adalah iven yang sangat dinantikan atlet-atlet porwanas, karena sudah 6 tahun tidak dilaksanakan," ujar Atal dalam sambutannya.