Penandatanganan kerjasama dilakukan Direktur Utama PINDAD Abraham Mose dengan Development Director Practica Yulia Vysotska disaksikan oleh Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono dan Duta Besar RI untuk Ukraina Armenia dan Georgia Yuddy Chrisnandi.
"Saya harapkan PINDAD serius melaksana kan rencananya untuk mampu membuat Ranpur dengan kualifikasi yang mampu bersaing di pasar global,” kata Wamenhan usai menyaksikan penandatanganan kerja sama di Kiev, Jumat (7/2/2020)
Wamenhan menambahkan bahwa dirinya akan mengawal implementasi dari kerja sama tersebut, karena ini bagian dari misi Presiden Jokowi agar industri pertahanan bisa memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri.
"Kerjasama Ranpur ini layak dikembang kan untuk kebutuhan alutsista tentara kita, tentunya alutsista kita akan beragam disamping buatan China, AS dan Rusia, menurut saya sah-sah aja," kata Wibi.
Direktur Utama PINDAD Abraham Mose menambahkan ruang lingkup dari kerja sama dengan Practica dalam rangka produksi dan pengembangan bersama antara dua perusahaan berbagai jenis 4x4 kendaraan dan modernisasi kendaraan tempur yang akan didiskusikan kemudian.
Practika merupakan perusahaan industri pertahanan swasta dalam bidang kendaraan tempur di Ukraina yang berdiri pada tahun 1993.
Practika juga merupakan anggota pendiri League of Defense Companies di Ukraina – suatu organisasi yang menyatukan manufaktur industri pertahanan swasta di Ukraina.
"Sejak tahun 2014, Practika telah mengirimkan lebih dari 200 berbagai jenis kendaraan kepada konsumen di negaranya, seperti Armed Forces of Ukraine, National Guard of Ukraine, dan Border Guard Service of Ukraine," pungkas Wibi. (Lily)