Jakarta, bidiktangsel.com - Indonesia mengakui kemerdekaan Ukraina pada 28 Desember 1991. Hubungan diplomatik terjalin sejak 11 Juni 1992.
Ukraina merupakan salah satu negara yang menghasilkan gandum cukup besar dan lebih dari 60 persen komponen ekspor Ukraina ke Indonesia berupa gandum. Sementara lebih dari 60% komponen ekspor Indonesia ke Ukraina berupa palm oil. Sehingga di bidang produk pertanian memang terdapat potensi yang sangat tinggi untuk dikembangkan.
Menurut Pengamat Militer Wibisono mengatakan bahwa sudah ada kesepakatan yang dicapai oleh kedua negara terutama dalam bidang pertahanan. Kesepahaman kerja sama di bidang pertahanan tersebut tercakup ke dalam tiga bentuk kerjasama.
Lanjut Wibi, "Pertama, exchange kunjungan tentunya di kunjungan itu ada pertemuan-pertemuan. Yang kedua adalah kerja sama di bidang industri pertahanan dan logistik. Dan yang ketiga adalah pertukaran informasi di bidang pertahanan dan kemiliteran," ujar Wibisono menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta hari Senin (10/2/2020).
Selain itu, dalam konteks di luar bilateral, Ukraina menyatakan keinginannya untuk bergabung menjadi negara anggota Asia-Europe Meeting (ASEM).
Acuan sebagai anggota di dalam Asia-Europe Meeting ada kelompok dari Eropa, kemudian ada kelompok dari Asia. Jadi ada satu prosedur yang memang harus dilalui oleh Ukraina di dalam mengajukan diri sebagai anggota di dalam ASEM, dan semua ini masih dalam proses.
Sementara itu dalam pekan ini, Perusahaan senjata milik pemerintah Indonesia PT PINDAD menjalin kerjasama dengan salah satu pembuat kendaraan tempur (Ranpur) dari Ukraina, Practica, untuk menjadi pemain utama di industri pertahanan lokal dan global.