nasional

Lipsus : IMLEKNAS 2571 Khongzili Tahun 2020 "Bersatu Indonesia Maju"

Kamis, 30 Januari 2020 | 17:41 WIB

Sementara Ketua Panitia Imleknas malah memakai busana Adat Jawa, Menteri PMK pakai cheongsam namun memakai peci juga.

"Itulah keanekaragaman kita. Di Indonesia ada 714 suku, 1100 bahasa lokal. Ngga ada negara sekaya kita beraneka ragam budayanya. Oh ya itu hadir Nia puteri teman saya BTP ikut main orchesta. Mana Pak Ahok sudah jadi Komisaris Utama Pertamina koq ngga hadir di acara Imleknas ini," demikian lanjut Presiden Joko Widodo sambil tertawa.

Tidak bisa dipungkiri etnis Tionghoa banyak yang sukses di perdagangan, jasa dan usaha lainnya karena etnis Tionghoa jika bekerja sangat tekun dari pagi hinga malam ujarnya lebih lanjut.

Kemudian Presiden RI Joko Widodo dalam acara pidato sambutannya memanggil Susi Susanti dan satu undangan yang hadir yaitu Ang Joko untuk maju ke podium. Beliau menyakan ke Susi Susanti saat memenang-kan medali emas pertama kali di cabang olahraga bulutangkis Olympiade apa saja yang dipersiapkan?

Susi Susanti menjawab latihan rutin setiap hari. Pagi pukul 6-10, 14.00-16.00, 18.00 - 20.00, sudah seperti minum obat sehari 3 kali, ujar Susi Susanti sambil menagih dapat sepeda ngga Pak Presiden. Hadirinpun tertawa semua.

Selain itu para pemain bulu tangkis Kontingen Indonesia yang maju ke turnamen Olympiade mendapat support penuh dari Try Sutrisno saat itu menjadi Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), ujar Susi. Ang Joko salah satu hadirin yang maju ke podium dipanggil Presiden Jokowi ditanya nama dan diminta memperlihatkan e-KTP wajahnya mirip Ahok, "Nama koq mirip saya," ujar Presiden Joko Widodo.

Ang Joko diberi kuis untuk menjawab :
7 suku dari 714 suku yang ada di Indonesia? Jawaban benar kemudian diberi hadiah sepeda serta satu buah foto bersama Presiden Joko Widodo yang berpigura dan berstempel istana RI sebagai hadiah kenang-kenangan.

-

Foto kenang-kenangan Ang Joko bersama Presiden Joko Widodo dikerjakan kilat berapa menit langsung jadi. Presiden Joko Widodo kemudian berujar bahwa kerja cepat sangat dibutuhkan sekarang ini. Bukan negara besar mengalahkan negara kecil atau negara kaya mengalahkan negara miskin.

Halaman:

Tags

Terkini