Mesuji - Proyek swakelola pembangunan pintu air dinas pertanian kabupaten Mesuji, dikerjakan oleh pemborong. Demikian pengakuan salah satu ketua gapoktan (gabungan kelompok tani) yang tidak mau disebut namanya.
"Tolong, mas, jangan tahu dari saya , ya, kalau pengerjaan pintu air itu, pemborong yang ngerjakan," kata ketua gapoktan itu.
"Kami nggak diberitahu berapa anggarannya per titik. Anggota kami juga tidak dilibatkan dalam mengelolaan anggarannya. Kami hanya terima matertial saja dari supplier," tambahnya.
Anggota kelompok kami dilibatkan hanya sebagai pekerja harian saja, dengan upah seratus ribu perhari.
Ditanya soal RAB (rencana anggaran belanja), ketua gapoktan menjawab tidak tahu. Apalagi soal spesifikasi gambar.
"Anggarannya saja, kami tidak tahu, apalagi gambarnya. Kami bekerja berdasarkan perintah dinas saja, panduan kami, hanya berdasarkan contoh pekerjaan tahun yang lalu. Jadi, hanya denger-denger aja, kalau proyek pintu air yang sekarang, spesifikasinya, sama dengan tahun lalu," tegasnya.
Ditambahkannya, pengerjaan proyek itu atas perintah orang dinas inisial GN dan AT.