“Pelibatan PPS dalam bimtek ini penting agar ada pemahaman yang sama dalam penyelenggaraan pemilu, baik dari sisi pelaksanaan maupun pengawasan di tingkat penyelenggara paling bawah,” terang Hendri Sanjaya.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi penghitungan dan rekapitulasi suara, serta pengisian formulir Model C dan C1. Formulir Model C adalah berita acara pemungutan dan penghitungan suara. Sedangkan formulir Model C1 adalah sertifikat hasil penghitungan suara.
Sementara Komisioner KPU Kota Tangerang Qori Ayatullah menyampaikan, Negara dan bangsa kita akan melaksanakan Pesta Demokrasi 5 tahun, teman-teman di Kecamatan Karang tengah yang dimulai dari segala persiapan awal, bisa menjalankan amanahnya sebagai Petugas Penyelenggara Pemilu.
Maka itu sambung Qori Ayatullah, ada beberapa hal yang pertama ada maklumat dari pimpinan KPU RI, di KPPS ada 7 anggota ditambah 2 anggota Pansus, bila tidak ada seragam hansip, kalau misalkan gak ada jangan menggunakan seragam putih sebab identitas putih ini sudah diklaim oleh dua pasangan capres.
Ia juga mengatakan, kenapa tidak dianjurkan dengan menggunakan pakaian putih, agar tidak menggiring opini masyarakat pada berita HOAX.
"Bebas dan netral untuk anggota KPPS, dilarang menggunakan baju seragam putih yang sama seperti setiap pasangan Capres," ujar Qori Ayatullah.
Selain itu Qori Ayatullah dari KPU Kota Tangerang, akan mengevaluasi seluruh hasil bimtek. Tujuannya untuk memfokuskan lagi materi atau simulasi yang perlu ditekankan untuk bimtek berikutnya.
Sehingga PPK dan PPS memiliki pemahaman yang utuh untuk meneruskan bimtek nantinya di tingkat kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).