"Sebagian orang mungkin masih sering salah paham bahwa kurang membaurnya antar suku, agama dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Namun di lain sisi sebagai Muslim Tionghoa yang juga bergerak di bidang bisnis saya melihat hal ini sudah tidak lagi menjadi hambatan. Etnis dan keturunan Tionghoa akan bersama-sama menggandeng dan bergandengan tangan erat dan saling bahu membahu dengan umat muslim lainnya untuk menggerakan roda ekonomi dan bisnis sehingga akan semakin kuat perekonomian masyarakat dan bangsa Indonesia.
Ada anggapan yang keliru selama ini bahwa keturunan Tionghoa itu Eksklusif, selalu dapat kemudahan dalam berbisnis, secara status ekonomi semua The Have, padahal pada kenyataannya tidaklah seperti itu. Banyak sekali orang Tionghoa di Indonesia mohon maaf secara ekonomi kurang beruntung.
Saat ini keturunan Tionghoa sudah membaur bersama masyarakat tanpa memandang suku, dalam menggeluti dunia bisnis mereka juga mulai merintis dari nol dengan usaha tekun, berhemat, gigih dan pantang menyerah serta harus berjuang dan bekerja keras agar mereka dapat hidup lebih sukses menggapai cita-cita mereka.
Etnis Tionghoa terkenal akan kegigihannya dalam berbisnis, ulet, tekun dan hemat. Berpikir bisnis yang dilakukan untuk 3 turunan. Ini yang akan saling mempertautkan antara pengusaha Tionghoa dan yang non Tionghoa." (Lily)