JOMBANG — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Pembukaan Muktamar NU ke-35 ditandai dengan penabuhan beduk oleh Prabowo di Lapangan Untung Suropati, di hadapan para muktamirin dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) atas kesempatan yang diberikan kepadanya untuk membuka forum permusyawaratan terbesar organisasi tersebut.
Baca Juga: DPR Kunci Tenggat RUU Perampasan Aset: 15 Desember 2026 Jadi Batas Pengesahan
Prabowo juga menyinggung hal yang menurutnya menjadi sebuah kebetulan menarik. Muktamar NU kali ini merupakan Muktamar ke-35, sementara dirinya merupakan Presiden Republik Indonesia ke-8.
Ia menegaskan tidak pernah mengatur adanya kesamaan angka tersebut.
Menurut Prabowo, NU merupakan institusi yang memiliki sejarah panjang dan tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.
Ia memberikan penghormatan terhadap kiprah ulama serta warga NU dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan kehidupan kebangsaan.
Prabowo Soroti Semangat Nasionalisme NU
Dalam pidatonya, Prabowo turut menyoroti Syubbanul Wathan, lagu yang diciptakan KH Abdul Wahab Chasbullah.
Baca Juga: CKG Tangsel Tembus 48 Persen, Pemkot Kejar Cakupan Lebih Luas untuk Deteksi Dini Penyakit
Presiden menilai lagu tersebut menjadi gambaran kuatnya semangat patriotisme dan nasionalisme yang telah berkembang di lingkungan tokoh-tokoh NU bahkan sebelum Indonesia merdeka.
Menurut Prabowo, perpaduan antara nilai keagamaan dan kecintaan terhadap tanah air tercermin kuat dalam lagu tersebut.
Ia menilai semangat nasionalisme itu merupakan bagian penting dari sejarah NU sekaligus kontribusi organisasi tersebut dalam membangun kesadaran kebangsaan Indonesia.